Berita

Anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Legislator Nasdem Dukung Polda Metro Jaya Usut Tuntas Misteri Kematian Sutrimo

SENIN, 27 JULI 2026 | 16:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR mendukung penuh Polri, khususnya Polda Metro Jaya, untuk mengusut tuntas kasus kematian Sutrimo yang hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.

Anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo menegaskan, setiap kematian yang menimbulkan perhatian publik harus diungkap secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti ilmiah agar tidak memunculkan spekulasi yang berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

“Kita mendukung penuh Polri. Prosesnya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis pembuktian ilmiah sehingga seluruh fakta dapat terungkap dengan terang,” kata Rudianto kepada wartawan, Senin, 27 Juli 2026.


Rudianto mengingatkan bahwa publik saat ini menaruh perhatian besar terhadap perkara tersebut. Karena itu, aparat penegak hukum harus bekerja secara independen tanpa terpengaruh berbagai opini yang berkembang di media sosial.

“Biarkan penyidik bekerja. Jangan sampai ruang publik dipenuhi asumsi yang belum tentu benar. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian hukum berdasarkan fakta, bukan spekulasi,” ujarnya.

Rudianto juga meminta seluruh pihak menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung dan memberikan kesempatan kepada penyidik untuk mengumpulkan seluruh alat bukti sebelum menarik kesimpulan.

“Kalau memang ada unsur pidana, tentu harus diproses sesuai hukum. Sebaliknya, apabila hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada tindak pidana, itu juga harus dijelaskan secara terbuka kepada publik. Transparansi menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Legislator Nasdem ini.

Diketahui, hingga Senin, 27 Juli 2026, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan intensif terhadap penyebab meninggalnya Sutrimo. Polisi menegaskan belum menyimpulkan penyebab kematian korban karena seluruh proses investigasi masih berjalan. 

Pihak kepolisian menegaskan, Sutrimo ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis 23 Juli 2026. Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. 

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta mendalami rekam medis korban dan riwayat pemesanan ambulans. Polisi juga memasang garis polisi di area klinik untuk kepentingan penyelidikan. 

Di tengah penyelidikan, muncul informasi yang mengaitkan Sutrimo dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Sejumlah pihak menyebut Sutrimo merupakan mantan Kepala Urusan Rumah Tangga (Karumga) Febrie.

Namun, Polda Metro Jaya belum membenarkan informasi tersebut. Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan identitas maupun keterkaitan korban dengan pihak tertentu masih dalam proses pendalaman sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya. 

Berkenaan dengan itu, Rudianto pun meminta seluruh pihak tidak menggiring opini sebelum hasil penyelidikan diumumkan secara resmi.

“Saya yakin penyidik Polda Metro Jaya akan bekerja secara profesional. Kita tunggu hasil penyelidikan yang komprehensif agar perkara ini menjadi terang dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya