Berita

Pakar komunikasi politik Effendi Gazali. (Foto: Instagram)

Politik

Effendi Gazali Bongkar Label Sekolah Internasional, Mitra di AS Cuma Punya TK

SENIN, 27 JULI 2026 | 13:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pakar komunikasi politik Effendi Gazali menyoroti menjamurnya sekolah berlabel internasional di Indonesia. Ia mempertanyakan legalitas serta keabsahan klaim kerja sama sekolah-sekolah tersebut dengan lembaga pendidikan asing (LPA).

Melalui video yang diunggah di akun Istagram pribadinya, Sabtu, 25 Juli 2026, Effendi mewanti-wanti para menteri dan wakil menteri di sektor pendidikan agar tidak ikut-ikutan membiarkan praktik yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

"Bagi Bapak dan Ibu Menteri dan Wakil Menteri yang terkait dengan bidang ini, jangan ikut membohongi publik," ujar Effendi melalui video di akun Instagram pribadinya dikutip Senin, 27 Juli 2026.


Secara khusus, ia menyoroti penerapan konsep Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK). Menurutnya, sekolah SPK di dalam negeri wajib memiliki keterkaitan nyata dan dapat diverifikasi dengan LPA mitra di luar negeri.

Keraguan Effendi muncul saat dirinya melakukan penelusuran langsung di Amerika Serikat di sela agenda Piala Dunia 2026. Ia mengamati keberadaan sejumlah sekolah yang kerap diklaim menjadi mitra sekolah internasional di Indonesia.

Hasilnya mengejutkan. Effendi menemukan sekolah di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan hingga jenjang SMA dengan mengklaim bermitra dengan LPA di AS, padahal LPA terkait di negara asalnya hanya mengelola jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/TK).

"Menariknya, saya sangat teliti melihat banyak sekolah di Indonesia yang katanya sekolah internasional mengacu ke Amerika, ternyata sebetulnya di Amerika ini cuma ada TK-nya. SD, SMP, dan SMA-nya tidak ada," ungkapnya.

Atas temuan itu, ia mendesak para orang tua murid untuk lebih kritis dan memverifikasi secara mandiri rekam jejak maupun situs resmi LPA yang diklaim sebagai mitra.

"Kalau Lembaga Pendidikan Asingnya tidak ada di Amerika, tidak boleh ada SPK-nya di Indonesia," tegas Effendi.

Tak hanya itu, Effendi turut menyentil sejumlah figur berlatar belakang aktivis maupun LSM yang kini berada di lingkaran pemerintahan namun terkesan tutup mata.

"Anda dulu waktu jadi LSM atau civil society luar biasa hebat. Sekarang kok Anda ikut membohongi publik?" sentilnya.

Ia menegaskan persoalan ini bukan sekadar urusan orang kaya yang mampu membayar biaya mahal, melainkan soal kejujuran dan integritas tata kelola pendidikan nasional. Banyak orang tua yang akhirnya dirugikan akibat klaim sepihak label internasional tersebut.

"Ayo kita perbaiki kualitas bangsa Indonesia, dan kita jujur dalam pendidikan," pungkas Effendi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya