Berita

Polres Tabanan menggelar konferensi pers menyampaikan perkembangan penanganan kasus dugaan penganiayaan berat menyebabkan korban meninggal di Baturiti. (istimewa)

Politik

DPR Desak Polisi Usut Tuntas Amuk Massa yang Tewaskan Terduga Pencuri Ayam

SENIN, 27 JULI 2026 | 13:43 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengecam tindakan main hakim sendiri yang menewaskan seorang pria terduga pencuri ayam di Kabupaten Tabanan, Bali. Menurutnya, dalam negara hukum, setiap dugaan tindak pidana harus diproses melalui mekanisme hukum, bukan diadili oleh massa.

"Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, setiap warga negara harus menghormati proses hukum yang berlaku. Jangan pernah mengambil tindakan menghakimi sendiri. Apabila menemukan dugaan tindak pidana, segera laporkan kepada kepolisian atau aparat yang berwenang agar diproses sesuai ketentuan hukum," kata Sari dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Juli 2026.

Politikus Partai Golkar itu menilai aksi massa yang berujung pada hilangnya nyawa merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan dan harus menjadi pelajaran bersama. Menurutnya, rasa keadilan masyarakat harus diwujudkan melalui penegakan hukum yang adil dan profesional, bukan melalui kekerasan.


Karena itu, Sari mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut secara objektif dan transparan. Ia juga meminta seluruh pihak yang terbukti melakukan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia diproses sesuai hukum yang berlaku.

Selain penegakan hukum, Sari mendorong Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Polri memperkuat edukasi hukum kepada masyarakat guna mencegah terulangnya aksi main hakim sendiri.

"Literasi hukum masyarakat harus terus ditingkatkan. Edukasi mengenai bahaya tindakan main hakim sendiri perlu dilakukan secara luas melalui sekolah, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga media massa," tegasnya.

Ia berharap peristiwa di Tabanan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, menahan diri dari tindakan emosional, serta memercayakan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum," pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Tabanan menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap KD, pria yang diduga mencuri dua ekor ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, pada Jumat, 24 Juli 2026. Polisi menyatakan korban meninggal dunia akibat dihakimi massa.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan pihaknya menangani dua perkara sekaligus, yakni dugaan pencurian ayam dan dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 

Hingga Minggu, 26 Juli 2026, penyidik telah memeriksa 18 saksi dan masih terus mengembangkan penyidikan. Polisi juga tidak menutup kemungkinan menetapkan tersangka tambahan serta masih menyelidiki dugaan pembakaran sepeda motor yang terjadi setelah insiden tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya