Berita

Hery Haryanto Azumi. (Foto: istimewa)

Politik

Maju Caketum PBNU, Hery Haryanto Azumi Usung Agenda Transformasi NU

SENIN, 27 JULI 2026 | 12:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026, Hery Haryanto Azumi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam beberapa waktu terakhir, Hery Haryanto Azumi intens melakukan silaturahmi dengan sejumlah pengasuh pesantren dan pengurus NU. Langkah itu dilakukan seiring pernyataannya siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU jika memperoleh restu dan dukungan dari para kiai serta warga Nahdliyin.

"Saya melihat NU sedang mengalami krisis. Terjadi konflik yang berkesinambungan, tetapi NU tidak mampu mengambil peran karena ikut terlibat dalam konflik. Situasi inilah yang melatarbelakangi panggilan untuk ikut cawe-cawe. Teman-teman ISNU, PBNU, hingga PMII juga mendorong hal itu," kata Hery dikutip Senin, 27 Juli 2026.


Menurut Hery, NU perlu melakukan penataan ulang manajemen organisasi. Menurutnya, perubahan tidak cukup hanya dilakukan di tingkat elite, tetapi harus melibatkan seluruh elemen jam'iyah agar bergerak bersama dalam menjalankan transformasi organisasi. 

"Perubahan tidak sekadar memperbaiki metode persuratan melalui Digdaya. Itu memang bagian dari perubahan, tetapi belum sepenuhnya merepresentasikan transformasi organisasi yang lebih modern," ujarnya. 

Hery menambahkan, NU saat ini memiliki lebih dari 35 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di berbagai negara. Menurutnya, jaringan diaspora tersebut merupakan modal sosial yang besar untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan global. 

"Masalahnya, apakah kita sudah terbiasa membicarakan krisis-krisis global itu dalam diskursus internal NU?" katanya.

Selain Hery, sejumlah nama juga disebut dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar Ke-35 NU, di antaranya Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), serta KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya