Rektor UPNVJ, Prof. Anter Venus. (Foto: Istimewa)
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) mempercepat agenda internasionalisasi melalui 10 program strategis yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, kerja sama internasional, mobilitas akademik, dan rekognisi global.
Selain itu, UPNVJ juga memperkuat transformasi sarana dan prasarana sebagai bagian dari upaya membangun kampus yang lebih kompetitif di tingkat internasional.
Rektor UPNVJ, Prof. Anter Venus, mengatakan program yang mulai dicanangkan sejak akhir 2022 itu merupakan langkah strategis untuk membawa Kampus Bela Negara bertransformasi dari institusi berorientasi lokal dan nasional menjadi perguruan tinggi yang kompetitif di tingkat global.
Menurutnya, proses internasionalisasi UPNVJ dibangun melalui empat tahapan, yakni preparing, engaging, enhancing, dan recognizing. Tahap awal diawali dengan penyempurnaan visi universitas menjadi kampus yang unggul, berkualitas internasional, inovatif, berdaya saing, serta tetap beridentitas bela negara.
"Karena kita berada di sentrum Indonesia, di pusat budaya, pusat kekuasaan, dan pusat rujukan pendidikan, maka visi UPNVJ tidak bisa sekadar bersifat lokal atau nasional. Visi kita harus global," ujar Prof. Venus dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin 27 Juli 2026.
Sebagai fondasi, sejak 2022 UPNVJ memperkuat tata kelola melalui perolehan rekognisi FERCAP untuk Komisi Etik serta sertifikasi ISO. Langkah tersebut kemudian diperluas dengan pengembangan kurikulum berstandar internasional, akreditasi internasional, pemeringkatan global, kerja sama lintas negara, serta penguatan ekosistem riset.
Prof. Venus menjelaskan, 10 program internasionalisasi UPNVJ meliputi akreditasi internasional, pemeringkatan internasional, program adjunct professor, pendanaan internasional, publikasi ilmiah internasional, student exchange, kerja sama internasional, penerimaan mahasiswa asing, jurnal bereputasi internasional, serta penyelenggaraan kelas internasional melalui skema double degree dan joint degree.
Pada aspek mobilitas akademik, UPNVJ terus meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam program pertukaran internasional. Melalui program IISMA, sebanyak 26 mahasiswa telah diberangkatkan ke berbagai perguruan tinggi yang masuk dalam jajaran 100 universitas terbaik dunia.
Di saat yang sama, UPNVJ juga menerima mahasiswa pertukaran dari Kazakhstan, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, mahasiswa asing yang menempuh studi di UPNVJ berasal dari Timor Leste, Libya, Yaman, India, dan Pakistan. Ke depan, UPNVJ menargetkan jumlah mahasiswa internasional mencapai sekitar dua persen dari total mahasiswa.
Untuk memperkuat kualitas pengajaran, sejak 2025 UPNVJ menjalankan program adjunct professor yang menghadirkan dosen dan profesor dari perguruan tinggi mitra di luar negeri untuk mengajar selama satu semester.
"Mereka berasal dari sejumlah negara mitra, antara lain Malaysia dan Jepang. Program ini berbeda dari skema visiting scholar karena para pengajar internasional terlibat lebih intensif dalam proses pembelajaran," jelas Prof. Venus.
Selain penguatan akademik, UPNVJ juga mempercepat transformasi infrastruktur sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Kampus Pondok Labu akan dikembangkan berdasarkan masterplan baru guna menciptakan ekosistem pendidikan yang modern, representatif, dan mendukung pembelajaran masa depan.
Pengembangan juga dilakukan di Kampus Pasar Kemis, Tangerang, yang diproyeksikan menjadi kampus ketiga UPNVJ. Kawasan tersebut akan difokuskan untuk mendukung pengembangan rumah sakit pendidikan, Fakultas Kedokteran, serta Fakultas Ilmu Kesehatan.
"Dengan demikian, pengembangan sarana prasarana tidak hanya berorientasi pada perluasan fisik kampus, tetapi juga pada penguatan layanan pendidikan kedokteran, kesehatan masyarakat, riset kesehatan, dan pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat," tutup Prof. Venus.