Berita

Rektor UPNVJ, Prof. Anter Venus. (Foto: Istimewa)

Politik

UPNVJ Percepat Internasionalisasi dan Transformasi Sarana Prasarana

SENIN, 27 JULI 2026 | 12:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) mempercepat agenda internasionalisasi melalui 10 program strategis yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, kerja sama internasional, mobilitas akademik, dan rekognisi global.

Selain itu, UPNVJ juga memperkuat transformasi sarana dan prasarana sebagai bagian dari upaya membangun kampus yang lebih kompetitif di tingkat internasional.

Rektor UPNVJ, Prof. Anter Venus, mengatakan program yang mulai dicanangkan sejak akhir 2022 itu merupakan langkah strategis untuk membawa Kampus Bela Negara bertransformasi dari institusi berorientasi lokal dan nasional menjadi perguruan tinggi yang kompetitif di tingkat global.


Menurutnya, proses internasionalisasi UPNVJ dibangun melalui empat tahapan, yakni preparing, engaging, enhancing, dan recognizing. Tahap awal diawali dengan penyempurnaan visi universitas menjadi kampus yang unggul, berkualitas internasional, inovatif, berdaya saing, serta tetap beridentitas bela negara.

"Karena kita berada di sentrum Indonesia, di pusat budaya, pusat kekuasaan, dan pusat rujukan pendidikan, maka visi UPNVJ tidak bisa sekadar bersifat lokal atau nasional. Visi kita harus global," ujar Prof. Venus dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin 27 Juli 2026.

Sebagai fondasi, sejak 2022 UPNVJ memperkuat tata kelola melalui perolehan rekognisi FERCAP untuk Komisi Etik serta sertifikasi ISO. Langkah tersebut kemudian diperluas dengan pengembangan kurikulum berstandar internasional, akreditasi internasional, pemeringkatan global, kerja sama lintas negara, serta penguatan ekosistem riset.

Prof. Venus menjelaskan, 10 program internasionalisasi UPNVJ meliputi akreditasi internasional, pemeringkatan internasional, program adjunct professor, pendanaan internasional, publikasi ilmiah internasional, student exchange, kerja sama internasional, penerimaan mahasiswa asing, jurnal bereputasi internasional, serta penyelenggaraan kelas internasional melalui skema double degree dan joint degree.

Pada aspek mobilitas akademik, UPNVJ terus meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam program pertukaran internasional. Melalui program IISMA, sebanyak 26 mahasiswa telah diberangkatkan ke berbagai perguruan tinggi yang masuk dalam jajaran 100 universitas terbaik dunia.

Di saat yang sama, UPNVJ juga menerima mahasiswa pertukaran dari Kazakhstan, Malaysia, dan Thailand. Selain itu, mahasiswa asing yang menempuh studi di UPNVJ berasal dari Timor Leste, Libya, Yaman, India, dan Pakistan. Ke depan, UPNVJ menargetkan jumlah mahasiswa internasional mencapai sekitar dua persen dari total mahasiswa.

Untuk memperkuat kualitas pengajaran, sejak 2025 UPNVJ menjalankan program adjunct professor yang menghadirkan dosen dan profesor dari perguruan tinggi mitra di luar negeri untuk mengajar selama satu semester.

"Mereka berasal dari sejumlah negara mitra, antara lain Malaysia dan Jepang. Program ini berbeda dari skema visiting scholar karena para pengajar internasional terlibat lebih intensif dalam proses pembelajaran," jelas Prof. Venus.

Selain penguatan akademik, UPNVJ juga mempercepat transformasi infrastruktur sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Kampus Pondok Labu akan dikembangkan berdasarkan masterplan baru guna menciptakan ekosistem pendidikan yang modern, representatif, dan mendukung pembelajaran masa depan.

Pengembangan juga dilakukan di Kampus Pasar Kemis, Tangerang, yang diproyeksikan menjadi kampus ketiga UPNVJ. Kawasan tersebut akan difokuskan untuk mendukung pengembangan rumah sakit pendidikan, Fakultas Kedokteran, serta Fakultas Ilmu Kesehatan.

"Dengan demikian, pengembangan sarana prasarana tidak hanya berorientasi pada perluasan fisik kampus, tetapi juga pada penguatan layanan pendidikan kedokteran, kesehatan masyarakat, riset kesehatan, dan pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat," tutup Prof. Venus.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya