Berita

Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Ketua Badan Pengurus DSN-MUI, KH M. Cholil Nafis (Foto: Istimewa)

Bisnis

DSN MUI: Potensi Syariah Besar, Inklusinya Masih Rendah

SENIN, 27 JULI 2026 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tingkat pemanfaatan layanan syariah oleh masyarakat Indonesia dinilai masih jauh di bawah potensi ekonominya yang sangat besar.

Meski berstatus negara mayoritas Muslim terbesar dunia, tingkat inklusi keuangan syariah nasional baru berada pada rentang 11-12 persen, sementara porsi pasar perbankan syariah baru mencapai sekitar 7 persen.

Hal itu dipaparkan Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Ketua Badan Pengurus DSN-MUI, KH M. Cholil Nafis, seusai diskusi penguatan ekonomi syariah bersama BI dan OJK di rangkaian KUII VIII, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu 26 Juli 2026.


Menurut pria yang akrab disapa Kiai Cholil, kondisi ini terbilang ironis mengingat potensi investasi syariah Indonesia diperkirakan menembus lebih dari Rp2.000 triliun, di luar dana Ziswaf (zakat, infak, wakaf) yang bernilai amat besar. Belum adanya pengelolaan yang terpadu membuat potensi ini tak terserap maksimal.

"Kita memiliki potensi yang besar, tetapi belum terkonsolidasi dengan baik. Karena itu perlu ada langkah yang mampu menyatukan kekuatan ekonomi dan keuangan syariah agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menepis isu bahwa pembiayaan syariah lebih mahal dibanding konvensional, dengan menegaskan bahwa penentu utama biaya adalah skala bisnis institusi keuangan itu sendiri.

"Persoalannya bukan syariah atau non-syariah, melainkan ukuran bisnisnya. Semakin besar lembaga keuangan, biaya dana akan semakin rendah sehingga pembiayaan menjadi lebih kompetitif," jelasnya.

Guna mengatasi ketimpangan ini, KUII VIII menyuarakan pembentukan lembaga Danantara Syariah sebagai wadah pengelola investasi dan aset sosial dalam satu sistem terintegrasi. Usulan ini disiapkan masuk dalam Piagam KUII sebagai masukan strategis untuk pemerintah.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya