Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi keterangan kepada media usai menutup Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang dirangkaikan dengan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Minggu 27 Juli 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Stabilitas Ekonomi-Politik Jadi Modal RI Pimpin Peradaban Islam Masa Depan

SENIN, 27 JULI 2026 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi episentrum peradaban Islam dunia di masa depan. Namun, potensi tersebut perlu diiringi dengan penguatan literasi ekonomi syariah agar kualitas umat dapat berkembang secara lebih menyeluruh.

Pandangan tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menutup Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang dirangkaikan dengan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Minggu 27 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi ekonomi nasional yang stabil serta situasi sosial politik yang relatif kondusif menjadi modal penting bagi Indonesia, terutama ketika banyak negara di kawasan Timur Tengah masih dibayangi konflik.


Di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara muslim yang terdampak konflik, Indonesia justru mampu menjaga kinerja makroekonomi. Inflasi tetap rendah di kisaran 1?"2 persen, sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen.

"Di kawasan yang sibuk dengan konflik, tentu yang banyak lahir adalah para jenderal. Tetapi di tengah masyarakat yang menikmati ketenangan dan kedamaian, yang akan lahir adalah para profesor dan kiai. Oleh karena itu, mari kita merawat ketenangan dan keselamatan ini. Indonesia berpeluang besar menjadi episentrum peradaban dunia Islam yang akan datang," ujar Menag. 

Meski optimistis terhadap prospek tersebut, Menag menilai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia masih tertinggal dibanding besarnya jumlah penduduk muslim. Dari sekitar 240 juta umat Islam di Indonesia, tingkat kesadaran dan keterlibatan dalam ekonomi syariah baru mencapai sekitar 7,5 persen. Angka itu jauh di bawah Malaysia yang memiliki sekitar 20 juta penduduk muslim, tetapi tingkat kesadaran ekonomi syariahnya telah mencapai 27 persen.

"Kita sudah sekian lama, hampir dua dekade memperkenalkan perbankan syariah, tetapi pangsanya masih berputar di bawah angka 10 persen. Ada pendekatan non-ekonomi yang harus kita lakukan bersama dalam rangka meningkatkan kualitas ekonomi umat secara holistik," tegas Menag.

Peningkatan literasi ekonomi syariah tidak cukup ditempuh melalui pendekatan teknis sektor perbankan semata. Diperlukan strategi yang lebih luas melalui pendekatan kultural, keagamaan, serta edukasi yang masif di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan.

Menag meyakini, apabila penguatan ekonomi syariah berjalan seiring dengan pendalaman nilai-nilai keagamaan dan terjaganya stabilitas nasional, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, tetapi juga mampu tampil unggul dari sisi kualitas dan kontribusi di tingkat global.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya