Berita

Diskusi Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI), di Sawangan, Depok, Minggu 26 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

Sepak Bola

MSBI:

Sepak Bola Indonesia Harus Dimerdekakan

SENIN, 27 JULI 2026 | 06:01 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) berencana menemui Presiden Prabowo Subianto sebelum peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

Agenda utama pertemuan itu adalah meminta pemerintah menunjukkan keseriusannya membangun sepak bola nasional melalui pembentukan badan percepatan sepak bola atau dengan menghidupkan kembali kebijakan percepatan yang selama ini dinilai mandek.

Ketua Umum MSBI, Sarman El Hakim mengatakan, momentum Hari Kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai peringatan lepasnya Indonesia dari penjajahan, tetapi juga menjadi titik awal membebaskan sepak bola nasional dari berbagai persoalan yang selama ini menghambat prestasi.


“Tanggal 17 Agustus Indonesia merayakan kemerdekaan yang ke-81. Tapi sepak bola Indonesia masih terjajah. Karena itu sepak bola harus dimerdekakan kembali,” kata Sarman kepada wartawan di Depok, Minggu 26 Juli 2026.

Menurut Sarman, pertemuan dengan Presiden tidak sekadar bersifat seremonial. MSBI ingin mempertanyakan apakah Instruksi Presiden (Inpres) tentang percepatan pembangunan sepak bola nasional masih berlaku dan relevan, atau justru perlu diganti dengan regulasi baru yang lebih kuat untuk mengejar target Indonesia tampil di Piala Dunia 2030.

“Kami ingin menanyakan apakah Inpres percepatan sepak bola nasional itu masih relevan atau perlu dibuat Inpres baru. Tujuannya jelas, memerdekakan sepak bola Indonesia yang sampai hari ini masih tertinggal,” kata Sarman. 

Lebih jauh, MSBI juga mendorong pemerintah menyusun kebijakan yang lebih komprehensif, bahkan membuka peluang lahirnya regulasi baru sebagai landasan percepatan pembangunan sepak bola nasional. Menurut Sarman, cita-cita Indonesia menjadi peserta Piala Dunia 2030 tidak mungkin tercapai jika pembinaan tetap berjalan seperti saat ini.

“Harapan kami Presiden membuat kebijakan baru agar Indonesia benar-benar bisa menjadi peserta Piala Dunia 2030. Yang dibutuhkan bukan sekadar target, tetapi sistem pembinaan yang kuat dari bawah,” kata Sarman.

Sarman menilai salah satu persoalan mendasar sepak bola Indonesia adalah ketergantungan terhadap pemain naturalisasi. 

Kebijakan tersebut dinilai hanya menjadi solusi jangka pendek dan tidak menyentuh akar persoalan, yakni lemahnya pembinaan usia muda serta buruknya sistem kompetisi nasional.

“Padahal masalah utamanya bukan di situ, melainkan pembinaan dan kompetisi yang belum berjalan baik. Naturalisasi juga belum menjawab target kita lolos ke Piala Dunia,” kata Sarman.

Karena itu, MSBI mendesak Presiden Prabowo membentuk badan khusus percepatan sepak bola nasional yang bertugas mengoordinasikan pembinaan dari tingkat daerah hingga nasional. 

Lembaga tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan peran kementerian, pemerintah daerah, hingga organisasi sepak bola dalam satu arah kebijakan yang jelas.

“Target besarnya memang Piala Dunia, tetapi langkah pertama yang realistis adalah memastikan Indonesia menjadi peserta Piala Dunia 2030,” pungkas Sarman.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya