Berita

Mantan Menko Polhukam Prof Mahfud MD. (Foto: Istimewa)

Politik

Mahfud MD:

Ormas Islam Jangan Sibuk Amar Ma'ruf tapi Lupa Nahi Munkar

SENIN, 27 JULI 2026 | 01:11 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Banyak organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan gerakan masyarakat sipil (civil society) dinilai terlalu sibuk menyuarakan kebaikan, tetapi melemah dalam hal mengoreksi dan mencegah kemungkaran, terutama di ranah kekuasaan.

Demikian kritik yang disampaikan mantan Menko Polhukam Prof Mahfud MD saat menjadi pembicara dalam Sidang Pleno XV Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Sabtu malam, 25 Juli 2026.

"Sekarang kok banyak ya ormas-ormas itu yang nahi munkarnya kurang, amar ma'rufnya kencang. Ayolah berbuat baik demi kebaikan itu gampang, tapi kalau mengatakan 'anda salah' itu yang jarang," kata Mahfud, dikutip dari MUI Digital, Senin 27 Juli 2026.


Mengutip esensi perjuangan, Mahfud menegaskan bahwa afdalul jihad (seutama-utamanya jihad) di hadapan penguasa adalah menyuarakan kalimat yang adil di hadapan otoritas yang keliru.

Mahfud juga menyoroti bagaimana ruang publik saat ini kerap digaduhkan oleh polarisasi politik, penggunaan buzzer, hingga upaya memecah belah gerakan kritis di kampus-kampus dan kalangan mahasiswa. 

Padahal, eksistensi civil society sangat dibutuhkan untuk mengawal jalannya negara, khususnya dalam membongkar kasus-kasus besar penyelewengan kekuasaan.

Tanpa adanya gerakan kontrol dari masyarakat sipil yang independen, kata Prof Mahfud, berbagai kasus pelanggaran hukum dan korupsi di tingkat eksekutif, legislatif, maupun yudikatif akan sulit tersentuh.

Mahfud berpesan agar ormas-ormas keagamaan di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat kembali mengambil peran strategis sebagai mitra kritis pemerintah.

"Bukannya untuk melawan atau merusak negara, tetapi untuk mengingatkan bahwa kita punya cita-cita bersama. Mari kita bersama-sama teriakkan: tegakkan hukum yang berkeadilan," kata Mahfud.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya