Berita

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep. (Foto: Dok. PSI)

Politik

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

MINGGU, 26 JULI 2026 | 22:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana Kaesang Pangarep maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah pada Pemilu 2029 dinilai bukan sekadar mencari sensasi politik.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai, pilihan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bertarung di dapil yang selama ini identik dengan basis politik Ketua DPR Puan Maharani merupakan langkah strategis untuk menguji kekuatan politiknya.

"Pernyataan Kaesang maju sebagai caleg dan pilihan dapilnya bukan sekadar soal mengejar satu kursi DPR. Ini bukan langkah untuk mencari sensasi," kata Efriza kepada RMOL, Minggu, 26 Juli 2026.


Menurut Efriza, keputusan tersebut juga menjadi upaya Kaesang membangun kekuatan PSI sekaligus menguji apakah pengaruh politik keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo masih kuat setelah tidak lagi berada di tampuk kekuasaan.

"Dengan memilih 'dapil neraka' sekaligus menantang Puan, Kaesang sedang mengirim pesan bahwa ia ingin memperoleh legitimasi politik melalui kompetisi yang berat, bukan lewat jalur yang mudah," ujarnya.

Kendati demikian, Efriza menilai peluang Kaesang meraih kursi DPR tidak akan mudah. Berkaca pada hasil pemilu sebelumnya, Dapil Jateng V meliputi meliputi wilayah Klaten, Sukoharjo, Boyolali, dan Kota Surakarta ini didominasi para petahana dengan basis elektoral yang kuat.

Selain Puan, ada Wakil Ketua Komisi II DPR, Aria Bima yang juga dari PDIP. Kemudian ada Adik Sasongko dari Gerindra, Singgih Januratmoko dari Golkar, dan Abdul Kharis dari PKS. Kelimanya tercatat menjadi daftar caleg dengan perolehan suara tertinggi di Pemilu sebelumnya.

"Dapil Jateng V selama ini diisi para legislator petahana. Bahkan Puan pada Pemilu 2019 pernah menjadi caleg dengan perolehan suara terbanyak secara nasional," pungkas dosen Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) tersebut.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya