Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

MINGGU, 26 JULI 2026 | 13:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam dalam sembilan bulan terakhir. 

Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan angka kepuasan terhadap kepala negara merosot dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Temuan tersebut dipaparkan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dalam presentasi hasil survei bertajuk "Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden" yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV pada Minggu, 26 Juli 2026. 


Survei dilaksanakan pada 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan responden dari seluruh Indonesia yang memiliki hak pilih.

Dalam paparannya, Deni mengungkapkan bahwa penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo mencapai sekitar 30,1 persen dibandingkan hasil survei pada November tahun lalu. 

Pada saat yang sama, tingkat ketidakpuasan masyarakat juga melonjak signifikan, dari 16 persen menjadi 46,9 persen.

Dari hasil survei terbaru, sebanyak 4,8 persen responden mengaku sangat puas terhadap kinerja Presiden, 46,3 persen menyatakan cukup puas, 35 persen kurang puas, 11,9 persen tidak puas sama sekali, sementara 2,1 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Menurut Deni, merosotnya tingkat kepuasan publik tidak terlepas dari penilaian masyarakat terhadap kondisi nasional yang dinilai memburuk dalam beberapa aspek penting. 

"Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum," jelas Deni.

Survei melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak dari populasi warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. 

Sebanyak 83,8 persen responden diwawancarai melalui telepon karena memiliki telepon seluler, sedangkan 16,2 persen lainnya diwawancarai secara tatap muka. 

SMRC menyebut survei memiliki margin of error sebesar ±3,7 persen, sehingga perbedaan dinilai signifikan apabila mencapai sedikitnya dua kali margin of error atau sekitar 7,4 persen.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya