Berita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (Foto: RMOL)

Politik

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

MINGGU, 26 JULI 2026 | 13:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang mengaku pernah mengalami bisul setelah sering mengonsumsi telur menuai kritik dari Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia). Organisasi itu menilai pernyataan tersebut dapat membentuk persepsi keliru bahwa telur menjadi penyebab bisul.

Ketua Umum Rekan Indonesia, Agung Nugroho, menegaskan pernyataan pejabat publik, terlebih yang memimpin lembaga yang bertanggung jawab terhadap kebijakan gizi nasional, harus didasarkan pada bukti ilmiah dan disampaikan secara hati-hati agar tidak memunculkan mitos yang selama ini telah berulang kali diluruskan oleh tenaga kesehatan.

"Di masyarakat masih banyak orang tua yang percaya bahwa makan telur menyebabkan bisulan atau bintitan. Ketika pernyataan seperti itu disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional, kekhawatiran kami adalah mitos tersebut justru kembali dipercaya. Padahal, telur merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak," ujar Agung Nugroho, Minggu, 26 Juli 2026.


Rekan Indonesia menegaskan secara medis tidak terdapat bukti ilmiah yang menyatakan konsumsi telur menyebabkan bisulan maupun bintitan. 

Bisul merupakan infeksi bakteri, umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, yang menyerang folikel rambut atau jaringan di sekitarnya. Sementara bintitan merupakan infeksi bakteri pada kelenjar di kelopak mata. Kedua kondisi tersebut berkaitan dengan infeksi dan kebersihan, bukan akibat mengonsumsi telur atau kelebihan protein.

Karena itu, mengaitkan konsumsi telur dengan munculnya bisul berpotensi menyesatkan masyarakat dan dapat mengurangi konsumsi protein hewani pada anak, terutama di tengah upaya pemerintah memperbaiki kualitas gizi nasional melalui berbagai program pemenuhan gizi.

Rekan Indonesia mengingatkan tantangan terbesar Indonesia saat ini justru masih berkaitan dengan rendahnya asupan protein hewani pada sebagian anak. Oleh sebab itu, seluruh pejabat publik di bidang kesehatan dan gizi seharusnya memperkuat edukasi berbasis sains, bukan menghidupkan kembali kepercayaan yang tidak memiliki dasar ilmiah.

"Kami menghormati pengalaman pribadi siapa pun. Namun pengalaman pribadi tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara ilmiah. Pernyataan pejabat publik memiliki pengaruh besar terhadap perilaku masyarakat, sehingga penyampaiannya harus lebih berhati-hati," tambah Agung.

Rekan Indonesia juga mendorong BGN untuk segera memberikan klarifikasi agar tidak muncul salah persepsi di masyarakat. Klarifikasi tersebut penting untuk memastikan pesan mengenai pentingnya konsumsi protein hewani, khususnya telur, tetap tersampaikan dengan benar dan tidak menghambat upaya peningkatan status gizi anak Indonesia.

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kesehatan masyarakat, Rekan Indonesia berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat berdasarkan bukti ilmiah serta mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada peningkatan kualitas gizi anak Indonesia.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya