Berita

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: RMOL)

Hukum

KPK Mengajar hingga Wilayah 3T, Tanamkan Integritas kepada Pelajar di NTT

MINGGU, 26 JULI 2026 | 12:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas pendidikan antikorupsi hingga ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) melalui program KPK Mengajar yang menjadi bagian dari Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026.

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, pada 21-22 Juli 2026, KPK mengunjungi dua sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni SD Negeri Batu Esa di Kabupaten Kupang dan SD Negeri 2 Tublopo di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Di kedua sekolah tersebut, para pelajar diajak mengenal sekaligus mempraktikkan nilai-nilai integritas melalui berbagai metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.


"Kami mengenalkan berbagai nilai integritas, seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian, disiplin, kepedulian, dan kesederhanaan melalui permainan edukatif, pemutaran film, senam bersama, hingga berbagai aktivitas yang dekat dengan keseharian anak-anak," kata Budi kepada wartawan, Minggu, 26 Juli 2026.

Menurut Budi, pendidikan antikorupsi sejak usia dini diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran semata, tetapi menjadi bagian dari karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

"Harapannya, nilai-nilai integritas tidak berhenti sebagai materi yang dipelajari di ruang kelas, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi, integritas menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk menatap dan membangun masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Budi juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta didik agar tetap optimistis dalam meraih cita-cita meski menghadapi berbagai keterbatasan.

"Karena itu, mereka harus terus percaya bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan dan bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menggapai masa depan yang lebih baik," tuturnya.

Selain memberikan edukasi kepada siswa, tim KPK berdialog dengan kepala sekolah dan para guru, serta meninjau kondisi sarana dan prasarana pendidikan di lokasi yang dikunjungi.

Dari hasil peninjauan tersebut, KPK masih menemukan tantangan dalam pemenuhan fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan seperti SD Negeri 2 Tublopo.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan karakter dan penyediaan lingkungan belajar yang layak penting untuk berjalan secara beriringan agar proses pendidikan dapat berlangsung secara optimal. Pada akhirnya, KPK meyakini bahwa pendidikan antikorupsi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," jelas Budi.

Karena itu, KPK akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan berbagai mitra agar pendidikan antikorupsi dapat menjangkau lebih banyak anak di seluruh Indonesia.

"Melalui KPK Mengajar, KPK akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan berbagai mitra lainnya agar nilai-nilai integritas dapat tumbuh dan mengakar sejak dini di seluruh wilayah Indonesia," pungkas Budi.

Dalam rangkaian JNBA 2026, program KPK Mengajar menjangkau 12 sekolah di Indonesia. Sebanyak 10 sekolah berada di sepanjang jalur JNBA di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT, yakni di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Sementara itu, dua sekolah lainnya berada di Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai bagian dari praktik Integrity Project pada KPK Student Camp 2026.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya