Berita

Forum Bersama (Forbes) NU 26 kembali menggelar Rembug Warga NU Seri 4 bertajuk "Merawat Jagat, Melupakan Umat? Peradaban Global Minus Pemberdayaan Lokal" . (Foto: istimewa)

Politik

Muktamar NU Momentum Pulihkan Marwah Organisasi

MINGGU, 26 JULI 2026 | 07:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Forum Bersama (Forbes) NU 26 kembali menggelar Rembug Warga NU Seri 4 bertajuk "Merawat Jagat, Melupakan Umat? Peradaban Global Minus Pemberdayaan Lokal" di Universitas Indonesia (UI) Kampus Salemba, Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.

Diskusi publik ini menjadi kelanjutan dari rangkaian Rembug Warga NU yang sebelumnya mengulas tata kelola organisasi, pendanaan, hingga politik global di tubuh PBNU. Pada seri keempat ini, perhatian diarahkan pada keseimbangan antara narasi peradaban global dengan agenda pemberdayaan umat di tingkat akar rumput.

Ketua PBNU Periode 2015–2020, Robikin Emhas yang menjadi salah satu narasumber menegaskan bahwa Muktamar Nahdlatul Ulama yang akan digelar pada akhir Agustus bulan depan tidak boleh dipahami semata sebagai arena pergantian kepemimpinan.


"Muktamar sekali lagi bukan sekadar memilih Rais Aam atau Ketua Umum. Muktamar adalah kesempatan memperbarui kontrak pengabdian, momentum mengevaluasi perjalanan organisasi, tata kelola, dan juga marwah NU," kata Robikin.

Robikin juga mengingatkan pentingnya mengakhiri konflik elite yang dinilai telah mencederai kehormatan organisasi. 
"Marwah NU telah tercabik-cabik hanya karena konflik elite PBNU. Kita semuanya malu, sampean semuanya pasti merasakan. Saya termasuk yang menjadi bagian yang menanggung rasa malu itu sedemikian rupa," ujar Robikin.

Menurutnya, kebesaran Nahdlatul Ulama tidak ditentukan oleh besarnya panggung yang dimiliki, melainkan oleh manfaat yang dirasakan umat.

"Marwah NU tidak lahir dari besarnya panggung yang kita miliki, tetapi dari besarnya manfaat yang kita berikan. Peradaban tidak dibangun dengan meninggalkan umat, melainkan dengan memuliakan umat. Umat yang kuat akan melahirkan peradaban yang bermartabat," pungkasnya.

Selain Robikin Emhas, forum ini menghadirkan dua narasumber lainnya dengan perspektif yang saling melengkapi. Nyai Hj. Masruchah, MA, Sekretaris Majelis Musyawarah Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) mengurai narasi peradaban dari perspektif keadilan hakiki, advokasi kelompok rentan, serta penguatan dakwah dan pemberdayaan berbasis masyarakat.

Sementara itu, Dr. Ah Maftuchan, Direktur Eksekutif PRAKARSA periode 2015–2025, hadir mengulas teknokrasi anggaran, redistribusi sumber daya PBNU, sekaligus menawarkan indikator kuantitatif Nahdlatul Ulama Sustainability Index (NUSI) sebagai instrumen untuk mengukur keberlanjutan dan dampak organisasi.

Melalui Rembug Warga NU Seri 4, Forbes NU 26 berharap ruang dialog ini dapat memperkaya gagasan menjelang Muktamar NU, sekaligus mendorong lahirnya tata kelola organisasi yang lebih akuntabel, berpihak kepada warga, serta memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban yang berakar pada pemberdayaan umat.


Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya