Berita

Diskusi bertajuk “Politik Kepemudaan dan Indonesia Emas 2045” di sebuah cafe, kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu, 25 Juli 2026. (Foto: Dokumentasi Generasi Emas Institute)

Nusantara

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

MINGGU, 26 JULI 2026 | 01:33 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Generasi Emas Institute berkomitmen untuk menjadi komunitas inkubator sekaligus laboratorium perjuangan anak muda Indonesia hari ini untuk menjadi katalisator terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan founder Generasi Emas Institute, Pangeran Mangkubumi dalam diskusi bertajuk “Politik Kepemudaan dan Indonesia Emas 2045” di sebuah cafe, kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu, 25 Juli 2026.

“Generasi Emas Institute lahir dari kesadaran kolektif anak anak muda indonesia sebagai katalisator perubahan yang menginginkan Indonesia Emas 2045 bukan hanya sebuah tagline belaka, namun mampu terwujud dan teraktualisasi dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Pangeran.


Ia menegaskan bahwa wadah ini hadir sebagai harapan baru bagi anak anak muda yang sudah skeptis terhadap Indonesia Emas 2045.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa anak-anak muda Indonesia tidak boleh takut untuk bermimpi dan membayangkan Indonesia Emas di tahun 2045,” jelasnya.

Dalam diskusi yang diikuti puluhan mahasiswa-mahasiswi dari berbagai kampus tersebut, sejumlah peserta menyampaikan berbagai macam ide, gagasan, harapan dan kritik konstruktif untuk pemerintah agar visi besar di 2045 dapat terealisasi.

“Ya kami menyambut baik adanya Generasi Emas Institute. Benar bahwa masih banyak hal yang mesti dievaluasi oleh pemerintah terutama soal kebijakan strategis seperti MBG. Kami berharap diskusi seperti ini bisa diarahkan juga untuk membahas aspek filosofis, moral dan etika agar peradaban indonesia benar benar sampai pada puncak keemasan di tahun 2045,” ujar salah satu peserta, Adriantara

Rencananya, Generasi Emas Institute akan kembali mengadakan kegiatan diskusi serupa dengan skala yang lebih besar dan targetnya semangat serta kesadaran politik yang dibangun oleh Generasi Emas Institute ini mampu disebarkan ke seluruh pelosok tanah air.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya