Berita

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Menkum Akui Tarif Kewarganegaraan Tuai Keberatan, PP 30/2026 Akan Dievaluasi

SABTU, 25 JULI 2026 | 11:49 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kenaikan tarif pelepasan status Warga Negara Indonesia (WNI) dan naturalisasi warga negara asing (WNA) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2026 akan dikaji ulang. 

Langkah itu diambil menyusul berbagai keberatan dan masukan dari masyarakat terhadap besaran tarif baru tersebut.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan evaluasi akan dilakukan melalui rapat internal bersama jajaran Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dalam waktu dekat.


"Namun demikian, kami akan mengkaji untuk melakukan reviu kembali, akan kita bahas secara internal menyangkut soal kenaikan-kenaikan yang tadi. Dalam waktu dekat saya akan gelar rapat bersama dengan Direktur Jenderal AHU dan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual," ujar Supratman di Jakarta, dikutip Sabtu, 25 Juli 2026. 

Menurutnya, kenaikan tarif tersebut merupakan usulan Kementerian Hukum kepada Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, hasil evaluasi nantinya juga akan disampaikan kembali kepada Presiden apabila memang diperlukan perubahan kebijakan.

Supratman menegaskan penyusunan aturan tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru maupun semata-mata untuk meningkatkan penerimaan negara. Namun, pemerintah tetap membuka ruang evaluasi atas berbagai masukan yang berkembang di masyarakat.

"Kalau ada yang salah, yang salah adalah saya sebagai menteri dalam posisi tidak mengecek dan karena itu saya akan melakukan rapat kembali untuk melakukan evaluasi terkait dengan hal-hal yang disampaikan oleh publik, baik menyangkut soal kewarganegaraan maupun tarif-tarif yang lain," katanya.

Ia menjelaskan, tarif yang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah tidak bisa diubah hanya melalui keputusan menteri. Perubahan besaran tarif harus dilakukan melalui revisi PP.

Meski demikian, Supratman menyebut terdapat beberapa jenis layanan yang dapat dibebaskan hingga nol persen apabila dasar hukumnya memang memungkinkan melalui Keputusan Menteri.

"Kalau penurunan perubahan PP-nya, itu harus dikaji dan itu yang harus diserahkan kembali ke sana. Kalau ada yang mau dibebaskan 0 persen, itu cukup dengan Keputusan Menteri," ujarnya.

Berdasarkan lampiran PP Nomor 30 Tahun 2026, tarif pewarganegaraan berdasarkan permohonan WNA naik menjadi Rp75 juta dari sebelumnya Rp50 juta sebagaimana diatur dalam PP Nomor 45 Tahun 2024.

Tarif pewarganegaraan karena perkawinan juga meningkat dari Rp15 juta menjadi Rp25 juta per permohonan. Sementara itu, tarif sebesar Rp5 juta dikenakan bagi anak hasil perkawinan campuran atau anak yang lahir di negara ius soli yang belum memilih kewarganegaraan, anak berkewarganegaraan ganda yang terlambat menyatakan pilihan kewarganegaraan, serta WNI yang mengajukan pelepasan status kewarganegaraan. 

Seluruh ketentuan dalam PP tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus 2026.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya