Berita

Ilustrasi

Bisnis

Harga Minyak Anjlok Lebih 3 Persen, Peluang Naik Masih Terbuka

SABTU, 25 JULI 2026 | 08:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia anjlok sekitar 3 persen setelah muncul laporan bahwa China berupaya menghidupkan kembali pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Pada penutupan perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, waktu AS, harga minyak mentah Brent ditutup turun 3,91 Dolar AS atau 3,88 persen ke level 96,78 Dolar AS per barel, setelah sehari sebelumnya sempat menembus 100 Dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. 

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,88 Dolar AS atau 3,12 persen menjadi 89,31 Dolar AS per barel. Meski melemah pada hari itu, Brent masih mencatat kenaikan hampir 10 persen sepanjang pekan, sedangkan WTI naik sekitar 8,3 persen.


Penurunan harga terjadi setelah sejumlah sumber menyebut China mulai mendorong dimulainya kembali pembicaraan damai yang sempat terhenti antara AS dan Iran. Harapan meredanya konflik membuat pelaku pasar mulai mengurangi premi risiko yang sebelumnya mendorong harga minyak melonjak.

Meski demikian, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian. Presiden AS Donald Trump berjanji akan memberikan "hukuman militer besar-besaran" kepada Iran dan kelompok Houthi setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Iran juga disebut mendorong Houthi untuk menutup jalur pelayaran Bab el-Mandeb apabila serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran terus berlanjut. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman energi terpenting di dunia setelah Selat Hormuz.

Di sisi lain, data Kpler menunjukkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz mulai stabil dalam beberapa hari terakhir. Aktivitas pelayaran di Bab el-Mandeb juga meningkat dibanding sehari sebelumnya, sehingga kekhawatiran akan blokade total mulai mereda.

Analis JPMorgan memperingatkan bahwa apabila gangguan pasokan minyak berlangsung lebih lama, harga Brent dapat naik sekitar 7-8 Dolar AS per barel untuk setiap tambahan satu bulan gangguan. Jika situasi berlanjut hingga tiga bulan, rata-rata harga Brent diperkirakan bisa mencapai sekitar 114 Dolar AS per barel.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya