Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

SABTU, 25 JULI 2026 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur nasional direspons secara optimistis oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. 

Sektor usaha menilai kontraksi aktivitas industri pengolahan tersebut dapat dipulihkan secara bertahap melalui percepatan program industrialisasi lintas sektor, khususnya via diversifikasi berbasis nilai tambah dari agribisnis hingga teknologi data. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie.

"Kami melihat justru dengan kita menggiatkan perdagangan akan ada investasi di bidang industri yang memperkuat manufaktur. Karena kita mesti continue, mesti terus untuk giatkan industrialisasi sektor-sektor yang bukan saja dari sisi mineral kritis, seperti nikel, copper, bauksit, tapi juga dari pertanian, bahkan dari teknologi data pun juga bisa diolah menjadi suatu yang berharga," ujar pria yang akrab disapa Anin itu, di Jakarta, dikutip Sabtu 25 Juli 2026.


Anin menekankan bahwa sektor manufaktur nasional tetap berdaya tahan kuat di tengah gejolak pasar global. Menurutnya, penguatan industri dalam negeri hanya menunggu waktu seiring tingginya daya pikat investasi dan perdagangan Indonesia.

"Tapi kembali lagi kepada manufaktur, kita melihat hanya masalah waktu kalau Indonesia terus menjadi negara yang diminati untuk berdagang dan juga berinvestasi, pasti industrialisasinya selama kita fokuskan bisa berkembang kembali," tegasnya.

Berdasarkan rilis S&P Global, PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 berada di level 46,9, turun dari posisi 50,0 pada Mei 2026. 

Sementara itu, Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) kuartal II-2026 turun ke angka 51,43% dari 52,03 persen pada kuartal sebelumnya, meski masih tergolong berada di zona ekspansi karena bertahan di atas angka 50 persen.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya