Berita

PT Perta Arun Gas. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Perta Arun Gas Bawa Indonesia jadi The Largest Re-Export Loading Market LNG Dunia

JUMAT, 24 JULI 2026 | 17:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia resmi mengukuhkan posisi sebagai pemuncak dalam pasar pemuatan re-ekspor LNG di tingkat global. Prestasi ini diraih berkat kontribusi tunggal dari PT Perta Arun Gas (PAG).

Capaian membanggakan tersebut dicatat dalam laporan tahunan International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026.

Berdasarkan data laporan IGU, Indonesia menduduki peringkat pertama dunia dengan volume pemuatan LNG mencapai 0,85 juta ton. Angka ini mencakup market share dunia sebesar 17,3 persen, melampaui berbagai negara pesaing utama.


President Director PAG, Yan Syukharial mengungkapkan, pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan menjadikan bisnis LNG Hub sebagai tulang punggung operasional.

"Terminal Arun berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia, serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia," kata Yan dalam keterangannya, Jumat, 24 Juli 2026.

Lokasi operasional yang strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh, menjadi keunggulan utama PAG dalam memudahkan penerimaan dan penyaluran pasokan energi secara global.

"PAG terus berkomitmen mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global," tegasnya.

Sepanjang tahun 2025, anak usaha Subholding Gas Pertamina ini mencatatkan 49 kegiatan operasional, meliputi 27 kegiatan unloading, 11 kegiatan reloading, dan 11 kegiatan Gassing Up & Cooling Down (GUCD).

Total energi dari aktivitas unloading mencapai 34,8 juta MMBTU, sementara reloading menembus 27 juta MMBTU.

Moncernya kinerja operasional turut mendongkrak performa keuangan perusahaan. Di usianya yang ke-13 tahun, PAG berhasil membukukan pendapatan sebesar 105 juta Dolar AS dengan raihan laba bersih mencapai 25,1 juta Dolar AS sepanjang 2025.

"Kinerja ini membuktikan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan pertumbuhan secara positif di tengah berbagai tantangan," jelas Yan.

Ke depan, PAG akan terus berfokus meningkatkan keandalan kilang serta menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

"Kami akan konsisten meningkatkan keandalan kilang dan melakukan inovasi berkelanjutan demi mendukung ketahanan energi nasional," tutupnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya