Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau langsung kondisi SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan. (Foto: RMOL)

Nusantara

Pramono Bentuk Tim Investigasi Usut Penyebab Gedung SDN Ambruk

JUMAT, 24 JULI 2026 | 17:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab ambruknya gedung SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan. Langkah itu diambil agar kejadian serupa tidak kembali terulang di sekolah lain di ibu kota.

Keputusan tersebut disampaikan Pramono saat meninjau langsung kondisi sekolah yang rusak parah itu, Jumat, 24 Juli 2026. 

Turut mendampingi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Subkhi, serta sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta.


"Saya minta untuk ada tim investigasi dan sekaligus tim inventarisasi untuk pembangunan ke depan beberapa gedung yang ada," kata Pramono.

Selain mengusut penyebab ambruknya bangunan, tim tersebut juga akan melakukan inventarisasi terhadap gedung-gedung sekolah yang dinilai rawan agar dapat diprioritaskan dalam program rehabilitasi maupun pembangunan.

Pramono menilai pengawasan pembangunan gedung sekolah harus diperkuat. Karena itu, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) bersama Dinas Bina Marga akan dilibatkan untuk mendampingi Dinas Pendidikan dalam proses pembangunan.

"Karena dulu pembangunan seperti ini semuanya di bawah Dinas Pendidikan. Sekarang kita perbantukan karena di Dinas Pendidikan tidak semuanya punya keahlian untuk membangun. Akan ada pendamping dari Citata dan Bina Marga," ujarnya.

Di saat yang sama, Pramono memastikan pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap berjalan. Proses rehabilitasi ditargetkan mulai paling lambat September 2026 setelah seluruh tahapan administrasi, termasuk penghapusan aset bangunan yang rusak, diselesaikan.

Pembangunan sekolah tersebut dianggarkan sebesar Rp48,1 miliar dan diproyeksikan rampung dalam waktu sekitar 10 bulan.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya