Berita

Tangkapan layar unggahan akun X @araghci

Dunia

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

JUMAT, 24 JULI 2026 | 11:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas di tengah mandeknya upaya kedua negara mencapai kesepakatan damai.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai sejumlah pejabat di pemerintahan AS mengabaikan kondisi di lapangan. 

Dalam unggahannya di media sosial X, ia mengatakan langkah yang didorong kelompok tersebut justru berpotensi menggagalkan peluang tercapainya kesepakatan.


"Mereka mengabaikan realitas di lapangan. Agresi tanpa akal sehat yang mereka dorong hanya akan membuat Trump membayar harga yang lebih mahal untuk kesepakatan yang sedang ia upayakan," kata Araghchi, dikutip Jumat, 24 Juli 2026.

Pernyataan itu muncul setelah hubungan kedua negara kembali memanas akibat perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan nota kesepahaman yang ditandatangani bulan lalu. Situasi semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir setelah aksi saling serang terjadi di sejumlah titik, termasuk di sekitar Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, kemudian membela serangan terhadap pangkalan dan aset militer AS di negara-negara Teluk serta Yordania. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari hak Iran untuk mempertahankan diri.

Baghaei juga menuding sejumlah negara di kawasan turut memfasilitasi operasi militer Washington terhadap Teheran. Ia meminta negara-negara tersebut secara terbuka membantah pernyataan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Jenderal Brad Cooper, jika klaim itu memang tidak benar.

"Ketidakamanan dan kebakaran yang melanda kawasan ini sepenuhnya merupakan akibat dari agresi AS-Israel yang terus berlanjut terhadap Iran," ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Teheran belum siap mencapai kesepakatan dengan Washington. Meski demikian, ia menegaskan tekanan terhadap Iran akan terus ditingkatkan.

"Mereka mungkin belum siap membuat kesepakatan, tetapi mereka akan segera siap karena harga yang mereka bayarkan sangat tinggi," kata Rubio.

AS dan Iran bulan lalu menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang. Namun, harapan tersebut kembali memudar setelah ketegangan di Selat Hormuz memicu aksi balasan dari kedua pihak.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya