Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi usai penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima pembangunan serta pengembangan Bandara Maleo dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026. (Foto: Dok. Kemenhub)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerima hibah senilai Rp177,99 miliar dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park (China) untuk pengembangan Bandar Udara Maleo, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima pengembangan bandara dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi dukungan Pemerintah China dan investor dalam mendukung konektivitas udara di pusat industri nasional tersebut.
"Hari ini kita tidak hanya menyaksikan penyelesaian proyek infrastruktur, tetapi juga wujud nyata kemitraan yang memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Menhub Dudy dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 Juli 2026.
Dudy menegaskan, pengembangan Bandara Maleo Morowali penting untuk mengimbangi pesatnya laju pertumbuhan kawasan industri di Sulawesi Tengah, sekaligus memperlancar mobilitas tenaga kerja dan logistik.
Pengembangan di area seluas 54.011,95 meter persegi ini mencakup penataan
runway strip, perpanjangan landas pacu (
runway) sepanjang 300 meter, perbaikan tanah metode CFG Pile, hingga pemasangan pagar sisi udara.
Ke depan, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub akan melanjutkan penguatan perkerasan
runway dan pelebaran apron agar Bandara Maleo mampu didarati pesawat berkapasitas lebih besar.
Dalam kesempatan itu, Dudy juga menyinggung makin eratnya hubungan penerbangan Indonesia-China, termasuk gelaran 17th ASEAN-China Working Group di Yogyakarta pada 7–9 Juli 2026. Indonesia turut mengharapkan dukungan China terkait pencalonan anggota Dewan ICAO.
"Kami berkomitmen membangun sektor penerbangan yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan, serta terbuka pada kemitraan yang meningkatkan layanan penerbangan nasional," tutup Dudy.