Berita

Ilustrasi Universitas Republik Indonesia (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Apa Itu Universitas Republik Indonesia?

KAMIS, 23 JULI 2026 | 22:03 WIB | OLEH: TIFANI

Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melantik pimpinan perguruan tinggi baru tersebut di Istana Negara pada Rabu, 22 Juli 2026. Kehadiran URI disebut sebagai bagian dari langkah pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang kepemimpinan, pemerintahan, dan kebangsaan.

Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Lantas, apa itu Universitas Republik Indonesia (URI), apa tujuan pembentukannya, dan apakah sudah membuka penerimaan mahasiswa? Berikut ulasan lengkapnya.


Apa Itu Universitas Republik Indonesia?

Universitas Republik Indonesia (URI) merupakan institusi pendidikan baru yang dibentuk pemerintah untuk memperkuat pendidikan kebangsaan sekaligus mencetak pemimpin masa depan Indonesia. Mengacu pada informasi dari Sekretariat Negara (Setneg), URI dirancang sebagai lembaga pendidikan yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan nasional, tata kelola pemerintahan, serta penguatan wawasan kebangsaan.

Pembentukan URI menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi kepemimpinan dan kemampuan mengelola pemerintahan di masa depan. Pelantikan pimpinan URI pada 22 Juli 2026 sekaligus menandai dimulainya operasional kepemimpinan universitas tersebut sebagai bagian dari pengembangan sistem pendidikan kebangsaan nasional.

Tugas Universitas Republik Indonesia

Gubernur Universitas Republik Indonesia, Donny Ermawan, menjelaskan bahwa URI akan memiliki keterkaitan erat dengan program Sekolah Unggulan Garuda yang sebelumnya telah disiapkan pemerintah. Menurut Donny, pengembangan URI juga akan terintegrasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai bagian dari sistem pendidikan kepemimpinan nasional.

Dalam pengembangannya, Presiden Prabowo Subianto juga berencana membangun 10 kampus Universitas Republik Indonesia di berbagai wilayah. Keberadaan kampus-kampus tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan kepemimpinan sekaligus mendukung pengembangan talenta nasional di berbagai daerah.

Tujuan Pembentukan URI

Universitas Republik Indonesia dibentuk dengan tujuan memperkuat pendidikan kebangsaan melalui sistem pendidikan yang memiliki karakter khusus. Pemerintah ingin mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami tata kelola pemerintahan, kepemimpinan, serta nilai-nilai kebangsaan.

Meski rincian kurikulum dan program studi belum diumumkan, URI nantinya akan berada di bawah pengelolaan Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK) yang dipimpin oleh Gubernur URI. Karena memiliki struktur tersendiri, URI dirancang berbeda dengan perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta yang telah ada saat ini.

URI Akan Membawahi Sejumlah Lembaga

Sebagai bagian dari pengembangan kelembagaan, pemerintah akan membentuk Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK) yang berada di bawah kewenangan Gubernur URI. BPPK nantinya akan membawahi tiga institusi utama, yaitu Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, serta Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Donny Ermawan juga menjelaskan bahwa fungsi LAN ke depan akan diperluas. Tidak hanya bertugas memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), LAN juga akan mengembangkan pendidikan dan pembinaan bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya