Berita

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dalam momen penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Pariwisata dan Sosial di Kampus Dayeuhkolot Poltekpar NHI Bandung, Kamis 23 Juli 2026. (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Kemensos Gandeng Kemenpar Bangun Sekolah Rakyat di Poltekpar NHI Bandung

KAMIS, 23 JULI 2026 | 16:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat pengembangan Sekolah Rakyat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Pariwisata dan Sosial di Kampus Dayeuhkolot Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Kamis 23 Juli 2026.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kampus Politeknik Pariwisata akan menjadi salah satu proyek Sekolah Rakyat permanen yang berdiri di atas lahan milik Kemenpar.

“Jika semua persyaratannya sudah dicukupi, insyaallah Kemen PU akan membangun sesuai standar yang telah ditetapkan,” kata Saifullah dalam keterangan tertulisnya.


Saifullah menandatangani MoU tersebut bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, serta Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb. 

Menurut Saifullah, gedung permanen Sekolah Rakyat tersebut nantinya dirancang menampung sekitar 2.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Sebagai sekolah berasrama, siswa mendapat pendampingan selama 24 jam dan dukungan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, termasuk Learning Management System (LMS). 

“Intinya Sekolah Rakyat ingin menghadirkan proses pembelajaran dengan lingkungan berkualitas dan mempersiapkan anak-anak kita ini menjadi generasi emas tahun 2045,” kata Saifullah.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat menyasar anak-anak keluarga prasejahtera melalui penjangkauan berbasis DTSEN tanpa mekanisme pendaftaran. Prioritas diberikan kepada anak-anak putus sekolah, berisiko putus sekolah, tidak bersekolah, atau belum pernah mengenyam pendidikan. 

Widiyanti turut menyampaikan komitmen Kementerian Pariwisata untuk menyediakan lahan seluas lima hektare bagi pembangunan Sekolah Rakyat.

“Di Politeknik Pariwisata NHI Bandung ini akan memberikan tanah lima hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan dua hektare untuk pembangunan fasilitas olahraga yang bisa digunakan bersama dengan anak-anak NHI Bandung,” kata Widiyanti.

Selain mendukung pembangunan infrastruktur, Kementerian Pariwisata juga akan berkolaborasi dalam penguatan kualitas pendidikan dengan memberikan kurikulum pariwisata bagi siswa Sekolah Rakyat. Kesempatan melanjutkan pendidikan ke Politeknik Pariwisata juga akan dibuka melalui skema beasiswa bagi para lulusan.

“Sekolah Rakyat ini kami berikan alokasi 20 persen bisa masuk ke politeknik pariwisata dengan beasiswa,” kata Widiyanti.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya