Berita

Representative Image (Foto: AI)

Dunia

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

KAMIS, 23 JULI 2026 | 16:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Kanada memperbarui imbauan perjalanan bagi warganya yang hendak berkunjung ke Amerika Serikat setelah wabah cyclospora menyebar luas di lebih dari 30 negara bagian. 

Wabah yang ditularkan melalui makanan tersebut telah menyebabkan ribuan orang mengalami gangguan pencernaan, terutama diare berair.

Dalam imbauannya, pemerintah Kanada meminta para pelancong mencuci buah dan sayuran segar menggunakan air mengalir sebelum dikonsumsi. 


Namun, pemerintah juga mengingatkan bahwa disinfektan dan cairan pencuci produk mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan cyclospora, sehingga produk segar tetap perlu dicuci meski telah berlabel siap santap atau sudah dicuci sebelumnya. 

Wisatawan yang berkunjung ke wilayah terdampak juga disarankan memasak sayuran sebelum dikonsumsi.

Kanada turut mengimbau warganya untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi cyclospora. 

"Jika Anda mengalami diare yang parah, berair, atau berlangsung lebih dari beberapa hari, segeralah cari pertolongan medis," demikian bunyi peringatan dalam pembaruan travel advisory tersebut, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.

Dilaporkan bahwa hingga 13 Juli, lebih dari 30 negara bagian di AS telah melaporkan kasus cyclosporiasis, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Michigan dan Ohio. 

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan mencatat sebanyak 6.148 kasus per 20 Juli 2026. 

Sementara itu, Kanada menegaskan belum ada wabah serupa di dalam negeri, meski Quebec mengalami peningkatan kasus yang tidak berkaitan dengan penyebaran di AS.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cyclosporiasis merupakan infeksi usus yang disebabkan oleh parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis. 

Gejalanya dapat muncul mulai dua hari hingga lebih dari dua pekan setelah seseorang mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, dengan diare berair menjadi keluhan yang paling sering dilaporkan.

Otoritas kesehatan AS menyebut wabah tersebut diduga berkaitan dengan konsumsi selada iceberg di lima negara bagian. 

Parasit menyebar melalui makanan atau air yang tercemar, sementara penularan langsung antarmanusia dinilai sangat kecil kemungkinannya.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya