Berita

Ketua DPR Puan Maharani (Foto: RMOL)

Politik

Kasus Bullying Masih Tinggi, Puan Minta Sekolah dan Pemerintah Bertindak

KAMIS, 23 JULI 2026 | 14:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan setiap anak Indonesia berhak tumbuh di lingkungan yang aman dan terbebas dari segala bentuk perundungan (bullying). Pesan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

"Semua anak Indonesia berhak untuk tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, hidup dalam lingkungan yang aman, serta mengembangkan potensi terbaiknya tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarga maupun tempat mereka dilahirkan," kata Puan dalam keterangan resminya, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Puan, Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa masa depan bangsa sedang dibentuk melalui kehidupan jutaan anak Indonesia saat ini. Karena itu, negara harus memastikan seluruh anak memperoleh hak-haknya secara utuh.


Ia menilai masih banyak tantangan yang dihadapi anak-anak Indonesia, mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan terhadap anak, perkawinan usia dini, eksploitasi anak, perundungan, hingga ancaman di ruang digital.

"Persoalan tersebut tidak dapat dipandang sebagai masalah masing-masing sektor, melainkan sebagai ukuran sejauh mana negara hadir melindungi generasi penerus bangsa," ujarnya.

Puan secara khusus menyoroti maraknya kasus bullying, baik yang terjadi di lingkungan sekolah, pergaulan sosial, maupun di ruang digital.

"Anak-anak Indonesia harus terbebas dari praktik perundungan. Baik itu perundungan verbal, psikologis, verbal, sampai perundungan di ruang digital yang hari-hari ini semakin banyak ditemukan," tegasnya.

Ia mengingatkan, perundungan bukan lagi persoalan sepele karena dapat menimbulkan trauma psikologis yang mendalam, bahkan berujung pada tindakan ekstrem.

Puan menyinggung kasus yang belum lama ini terjadi di Padang, ketika seorang pelajar membuat dan meledakkan bom rakitan setelah diduga lama menjadi korban perundungan.

"Maka masalah perundungan ini harus ditempatkan sebagai persoalan serius dalam tumbuh kembang anak. Dan menjadi tugas serta tanggung jawab kita bersama untuk segera mengatasinya," katanya.

Mengutip data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sedikitnya 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2026. Tingginya angka perundungan tersebut menunjukkan bullying telah menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan bersama.

Karena itu, Puan mendorong pemerintah dan satuan pendidikan menyusun strategi khusus untuk mencegah serta mengatasi perundungan di sekolah. Di sisi lain, menurutnya, perlindungan anak di ruang digital juga harus diperkuat mengingat semakin banyak kasus bullying yang terjadi melalui media sosial maupun platform digital.

"Karena terkadang kata-kata melalui media sosial, chat, dan gambar yang dikirim lebih menyakitkan bagi anak-anak yang menjadi korban perundungan. Diperlukan sebuah langkah yang tepat karena bullying terhadap anak di ruang digital sifatnya lebih personal," pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya