Berita

Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta (Fotto: Dokumen BPMI Setpres)

Publika

Prabowo Langsung Pasang Sudaryono

KAMIS, 23 JULI 2026 | 12:50 WIB

BELUM sempat kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dingin setelah ditinggal Nanik S. Deyang, Presiden Prabowo Subianto sudah mengirim pemain pengganti. Cepat sekali. Rasanya lebih cepat dari seruput Koptagul dan makan pisgor. 

Masuklah Dr. Sudaryono, atau akrab disapa Mas Dar. Pertanyaan publik pun bermunculan. Ahli gizi? Bukan. Ahli politik? Ya. Ahli organisasi? Ya. Ahli bisnis? Ya. Ahli pertanian? Ya. Ahli mengoleksi jabatan? Wah, ini level profesor.

BGN memang unik. Pernah dipimpin Dadan Hindayana, ilmuwan serangga. Kalau nyamuk tiba-tiba mogok menggigit, mungkin beliau tahu penyebabnya. Lalu datang Nanik, mantan wartawan terbiasa mengejar narasumber lebih cepat dari tenggat berita. Kini giliran Sudaryono, sosok yang kariernya melompat dari sawah ke istana seperti tokoh utama sinetron jam prime time.


Mas Dar lahir di Grobogan, 23 Januari 1985, anak pasangan petani sederhana Yahyo dan Suwarni. Pendidikan? Jangan ditanya. Lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, belajar Teknik Mesin di Akademi Pertahanan Jepang, Magister Administrasi Bisnis di Swiss German University, lalu Doktor Keuangan di Institut Pertanian Bogor. Mesin paham. Bisnis paham. Keuangan paham. Tinggal rakyat berharap menu makan bergizi gratis juga dipahami sampai ke butir nasi terakhir.

Kariernya lebih padat dari jadwal resepsi bulan Syawal. Pernah menjadi asisten pribadi Prabowo (2010-2015), Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Wakil Menteri Pertanian sejak 2024, hingga kini dipercaya memimpin BGN. 

Di luar itu, ia pernah menjadi Corporate Secretary Nusantara Energy, CEO Garuda TV, CEO PT Nusantara Telematics System, Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma, serta aktif di HKTI, PAPERA, APPSI, dan Tani Merdeka Indonesia. Kalau semua jabatan itu ditulis di kartu nama, ukurannya mungkin harus pakai spanduk HUT RI.

Nama Sudaryono juga sempat viral saat diskusi "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia" di UGM, 15 Juni 2026, berubah menjadi panggung adu suara setelah mahasiswa membawa toa dan sirene. Seminar mendadak terasa seperti final derby tanpa wasit. Ia sempat duduk bersila di aspal berdialog dengan mahasiswa. Lumayan, mungkin itu gladi resik menghadapi panasnya BGN.

Sebab yang diwarisinya bukan sekadar kantor baru, melainkan PR nasional. Hingga Mei 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencatat 37.673 korban keracunan dalam 445 kejadian di 210 kabupaten/kota pada 36 provinsi. Sebanyak 2.348 orang dirawat inap, 27.346 rawat jalan, dan 7.979 mengalami gejala ringan. JPPI mencatat 37.270 korban, sedangkan KPAI melaporkan 2.144 korban akibat dugaan kontaminasi E. coli, Bacillus cereus, bahan makanan tidak segar, hingga sanitasi dapur yang buruk.

Masalahnya tidak berhenti di situ. Baru sekitar 56-57 persen dapur SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Distribusi makanan masih sering terlambat, fasilitas pendingin minim, pengawasan lemah, transparansi anggaran dipertanyakan, sementara ketimpangan kualitas layanan antarwilayah masih menganga. Ironisnya, semua itu terjadi di tengah distribusi lebih dari 8 miliar porsi MBG sejak Januari 2025.

So, jabatan baru Mas Dar bukan hadiah, melainkan kursi listrik yang dibungkus kain beludru. Publik tidak sedang menunggu pidato dengan PowerPoint penuh grafik warna-warni. Yang ditunggu jauh lebih sederhana, jangan ada lagi anak sekolah keracunan setelah makan siang, jangan ada dapur semrawut, jangan ada investor SPPG ngamuk, dan jangan sampai program dirancang mencerdaskan generasi justru lebih sering mengirim siswa ke ruang UGD.

Peluit pertandingan sudah berbunyi. Sekarang bola ada di kaki Sudaryono. Semoga yang tercipta bukan gol bunuh diri, melainkan gol kemenangan. Sebab lawan sebenarnya bukan oposisi, melainkan bakteri, dapur amburadul, distribusi kacau, dan manajemen selama ini lebih sering membuat rakyat menepuk jidat dari bertepuk tangan.

Rosadi Jamani
Mantan Jurnalis

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya