Berita

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. (Foto: Istimewa)

Politik

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

RABU, 22 JULI 2026 | 19:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memastikan diri kembali maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27–31 Agustus 2026.

Gus Yahya menyebut keputusan kembali mencalonkan diri didorong keinginan untuk menuntaskan berbagai agenda strategis yang telah dirintis selama periode pertama kepemimpinannya. 

"Saya memang hendak mencalonkan lagi karena, pertama, saya ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sejak awal sudah saya bangun. Sekarang saya juga lebih mengerti bagaimana meningkatkan capaian-capaian yang sudah berhasil diperoleh," kata Gus Yahya, dikutip Rabu, 22 Juli 2026.


Salah satu program yang menjadi fokus kepemimpinannya ialah transformasi digital tata kelola organisasi Nahdlatul Ulama. Menurutnya, sistem manajemen digital yang dikembangkan PBNU telah diterapkan hingga tingkat cabang dan sebagian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). 
"Sudah dinikmati sampai ke tingkat cabang dan sebagian MWC, yaitu kepengurusan di tingkat kecamatan. Sudah ada sekitar 900 dari lebih 7.000 MWC yang sudah masuk ke dalam sistem," ungkapnya. 

Ia optimistis, sesuai rencana yang telah disusun, seluruh struktur kepengurusan NU dari tingkat wilayah, cabang, hingga MWCNU akan terintegrasi dalam sistem digital dalam waktu kurang dari satu tahun. 

Menurutnya, digitalisasi akan memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kepada warga Nahdlatul Ulama di berbagai daerah.

Selain Gus Yahya, sejumlah nama mulai disebut dan siap maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35 NU, yaitu Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa serta Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

Lalu Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Pengasuh Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), serta mantan Ketua Umum PB PMII Gus Hery Haryanto Azumi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya