Berita

Gubernur URI, Donny Ermawan. (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Universitas Republik Indonesia akan Dibangun di Lahan Bekas Kebun Sawit

RABU, 22 JULI 2026 | 18:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Universitas Republik Indonesia (URI) akan dibangun di atas lahan bekas perkebunan kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di kawasan Cikasungka, Bogor Utara, Jawa Barat.

Lahan tersebut sudah tidak produktif dan akan dialihfungsikan untuk kawasan kampus URI.

"Saat ini (lahan) milik PTPN, ada perkebunan sawit di sana namun sudah tidak produktif dan akan kami alihfungsikan, salah satunya untuk URI," ujar Gubernur URI, Donny Ermawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.


Menunggu proses pembangunan gedung utama di Bogor selesai, Donny menyebut pihak kampus bakal memanfaatkan kantor sementara di bekas gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat dengan meminjam dua lantai.

Pembentukan lembaga baru ini merupakan bentuk keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) calon pemimpin masa depan Indonesia.

URI nantinya akan memayungi 10 universitas yang terintegrasi langsung dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Fokus utamanya meliputi pendidikan, pembinaan, serta penyiapan SDM unggul untuk sektor pemerintahan maupun BUMN.

"Beliau ingin mengonsolidasikan dan mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada. Di bawah Gubernur URI atau Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan ini nanti ada tiga institusi: Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan LAN," jelasnya.

Bentuk pembinaan di URI dirancang khusus bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMN. Salah satu program yang mulai berjalan adalah Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) yang membina 399 pegawai baru BUMN.

Ia menuturkan, konsep lembaga ini mengadopsi model pendidikan kader pimpinan negara di luar negeri, seperti École Nationale d'Administration (ENA) atau yang kini dikenal sebagai Institut National du Service Public (INSP) di Prancis.

"Kalau di Prancis kita kenal ENA atau INSP, tempat beberapa pejabat tinggi Prancis mengenyam pendidikan. Inilah yang digagas oleh beliau," tutup Donny.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya