Berita

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung PBNU. (Foto: Istimewa)

Politik

Purbaya-Gus Yahya Godok Peluang Bisnis Investasi dan Program Kemasyarakatan

RABU, 22 JULI 2026 | 15:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juli 2026.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah kerja sama investasi bisnis penting yang tengah dilakukan PBNU dengan berbagai entitas internasional lainnya. 

 "Kami konsultasikan dengan Menteri Keuangan terkait regulasi, terkait channel-channel yang akan kami akses, dan apa saja norma-norma yang harus diikuti dalam soal investasi ini," kata Gus Yahya usai pertemuan.


Menurut Gus Yahya Purbaya turut menyambut baik langkah tersebut dan membuka ruang untuk membantu NU. 

"Alhamdulillah, Pak Menteri membuka diri untuk membantu NU dalam hal ini karena bagaimanapun juga, NU dari semua yang dikerjakan tidak ada tujuan selain untuk membantu negara dan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Gus Yahya juga menjelaskan bahwa NU memiliki jaringan struktur organisasi yang dapat ditawarkan sebagai channel untuk menghantarkan berbagai agenda nasional pemerintah kepada masyarakat.   

"Ini sudah kita kerjakan sejak akhir 2022 dan awal 2023, dengan hasil yang bisa kita ukur selama ini melalui berbagai program, seperti Gerakan Keluarga Maslahah dan lain sebagainya," jelasnya.

Sementara itu, Purbaya mengatakan pihaknya akan mempelajari berbagai gagasan investasi yang diinisiasi NU. Apabila rencana tersebut dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memiliki prinsip pengelolaan risiko yang terkendali, pihaknya siap memberikan dukungan terhadap inisiatif yang dikembangkan oleh NU.   

"Terkait ide-ide investasi akan kita pelajari, kalau memang bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada dan prinsipalnya terkendali kita akan support apa yang diinisiasi oleh NU. Ada beberapa poin pemerintah bisa dukung karena tujuannya baik," ungkap Purabaya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya