Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

DSSA Melemah - PTRO Melaju: Saham Grup Prajogo Pangestu Bergerak Berlawanan

RABU, 22 JULI 2026 | 14:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan saham emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu bergerak berlawanan pada perdagangan sesi 1, Rabu siang 22 Juli 2026. 

Di satu sisi, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berada di zona merah, sementara PT Petrosea Tbk (PTRO) justru melanjutkan penguatan.

Hingga pukul 14.16 WIB, saham DSSA turun 40 poin atau 4,26 persen ke level Rp900 per saham dari penutupan sebelumnya di Rp940. Meski terkoreksi, aktivitas perdagangan saham DSSA tetap ramai. Sepanjang sesi perdagangan, saham ini bergerak di kisaran Rp885 hingga Rp970 per saham.


Nilai transaksi DSSA mencapai Rp804,12 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 871,41 juta saham yang berpindah tangan dalam 82.128 kali transaksi. Kapitalisasi pasarnya pun masih tergolong jumbo, yakni sekitar Rp138,49 triliun. Nilai tersebut menempatkan DSSA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di industrinya dan peringkat ke-13 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berbeda dengan DSSA, saham PTRO justru mencatatkan kenaikan signifikan. Hingga pukul 14.20 WIB, saham emiten jasa pertambangan tersebut menguat 200 poin atau 4,47 persen ke level Rp4.670 per saham, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp4.470.

Sepanjang perdagangan, PTRO bergerak di rentang Rp4.480 hingga Rp4.900 per saham. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp505,74 miliar dengan volume perdagangan 107,66 juta saham dan frekuensi transaksi sebanyak 36.926 kali.

Dari sisi valuasi, PTRO juga mencatatkan laba per saham (EPS) yang lebih tinggi, yakni Rp35,56, dibandingkan DSSA yang sebesar Rp23,33. Namun, saham PTRO diperdagangkan pada valuasi yang lebih premium dengan price to earnings ratio (PER) mencapai 130 kali, jauh di atas PER DSSA yang berada di level 39 kali.

Meski kapitalisasi pasar PTRO sebesar Rp46,90 triliun masih berada di bawah DSSA, perusahaan ini tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor industrinya dan menempati peringkat ke-49 di antara seluruh perusahaan tercatat di BEI.

Pergerakan yang berlawanan antara DSSA dan PTRO menunjukkan bahwa sentimen investor terhadap saham-saham dalam satu kelompok usaha tidak selalu searah. 
Meski sama-sama berada dalam ekosistem bisnis Grup Prajogo Pangestu, kedua saham tersebut dipengaruhi oleh karakteristik bisnis, prospek, serta dinamika permintaan pasar yang berbeda, sehingga menghasilkan respons investor yang juga berbeda.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya