Berita

Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Politik

Kontroversi Posisi Duduk Jangan Ganggu Keharmonisan Prabowo-Gibran

RABU, 22 JULI 2026 | 13:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 20 Juli 2026, menuai pergunjingan karena Gibran tidak duduk semeja dengan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai perbedaan posisi duduk tersebut memunculkan beragam spekulasi di ruang publik. Meski demikian, ia berharap hubungan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran tetap berjalan harmonis.

Menurut Adi, Prabowo dan Gibran merupakan pasangan yang dipilih rakyat dalam Pilpres 2024 dan memiliki tanggung jawab politik yang sama dalam menjalankan pemerintahan.


"Harapannya tentu hubungan Presiden dan Wakil Presiden baik-baik saja. Mereka kan satu paket dalam Pilpres 2024, saling melengkapi dalam satu kepentingan politik yang sama," kata Adi melalui kanal YouTube miliknya, Rabu, 22 Juli 2026.

Adi mengatakan berbagai kontroversi dan tafsir yang berkembang di ruang publik tidak seharusnya mengganggu soliditas hubungan keduanya dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Semoga di panggung depan yang saat ini terjadi kontroversi panjang dan menimbulkan berbagai tafsir, tetapi pada saat kebersamaan di panggung belakangnya tetap kondusif," ujarnya.

Ia menegaskan, kondusivitas hubungan Presiden dan Wakil Presiden merupakan modal penting bagi stabilitas politik nasional. Menurutnya, kerja sama yang solid di tingkat kepemimpinan menjadi faktor penting agar pemerintah mampu menyelesaikan berbagai persoalan strategis yang dihadapi bangsa.

"Karena apa pun judulnya, kondusivitas, persatuan politik, dan kerja sama adalah modal sosial bagaimana bangsa ini bisa menjadi bangsa yang besar, saling bekerja sama, dan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan krusial yang dihadapi," tandasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya