Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Purbaya Batal Bubarkan Bea Cukai, Ini Alasannya

RABU, 22 JULI 2026 | 12:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa batal membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Purbaya mengatakan, reformasi di tubuh Bea Cukai telah menunjukkan perkembangan positif, mulai dari perombakan jajaran pimpinan hingga penguatan penindakan terhadap penyelundupan.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi evaluasi Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya memberi tenggat waktu satu tahun bagi DJBC untuk melakukan pembenahan.


"Bea Cukai progressnya sudah amat baik. Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, dikutip Rabu 22 Juli 2026.

Purbaya menyebut hasil reformasi mulai terlihat dari meningkatnya penerimaan negara di sektor kepabeanan dan cukai yang tumbuh lebih dari 6 persen hingga mendekati 7 persen. 

Selain itu, peredaran barang selundupan di pasar, termasuk ballpress pakaian bekas impor ilegal, diklaim mulai menurun.

Ia juga mengatakan Bea Cukai kini lebih aktif melakukan penindakan terhadap berbagai praktik penyelundupan, mulai dari rokok ilegal hingga emas ilegal di pelabuhan dan bandara.

"Terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal, sekarang banyak sekali itu," kata Purbaya.

Untuk memperkuat efek jera, Kementerian Keuangan juga mengubah pendekatan penegakan hukum. Jika sebelumnya hanya barang ilegal yang disita, kini kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang selundupan turut ditahan hingga proses hukum selesai.

"Kalau ada truk bawa barang ilegal, yang ditahan cuma barang ilegalnya, truknya dilepas, sopirnya dilepas. Jadi cost untuk melakukan praktik ilegal murah," kata Purbaya.

Selain reformasi organisasi, Kementerian Keuangan juga tengah memperkuat sistem pengawasan berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut akan diintegrasikan dengan berbagai kantor Bea Cukai di seluruh Indonesia guna meningkatkan efektivitas pengawasan dan penindakan pelanggaran kepabeanan.

"Mungkin satu atau dua minggu lagi kami akan mengajak media melihat software AI yang digunakan di Bea Cukai, yang terhubung dengan banyak tempat di Indonesia. Sekarang kita lebih canggih dibanding sebelumnya," pungkas Purbaya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya