Berita

Peresmian Ocean Institute of Indonesia (OII) di Ballroom KKP, Jakarta Pusat pada, Selasa, 21 Juli 2026. (Foto: Humas KKP)

Nusantara

Enam Anggota Kabinet Merah Putih Luncurkan Ocean Institute of Indonesia

RABU, 22 JULI 2026 | 04:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan Ocean Institute of Indonesia (OII) atau Institut Kelautan Indonesia, sebagai transformasi dari 11 satuan pendidikan vokasi yang selama ini sudah dikembangkan. Peresmian dilakukan oleh enam menteri Kabinet Merah Putih di Ballroom KKP, Jakarta Pusat pada, Selasa, 21 Juli 2026.

Keenam menteri tersebut adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono; Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy; serta Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Arif Satria. Turut meresmikan juga Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf; Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Edwin; serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutannya menyampaikan, pemikiran menyatukan 11 satuan pendidikan vokasi KKP telah berlangsung cukup lama dan sudah dipersiapkan secara matang. 


"Saya sudah datangi semua. Lalu kemudian saya perhatikan di lingkungan dalamnya dan seterusnya. Saya ingin ini disatukan,” ujar Menteri Trenggono pada acara itu.

Ke-11 satuan pendidikan yang disatukan menjadi OII adalah Politeknik Ahli Usaha Perikanan; Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Dumai, Politeknik KP Karawang, Politeknik KP Pangandaran, Politeknik KP Sidoarjo, Politeknik KP Jembrana, Politeknik KP Kupang, Politeknik KP Bone, Politeknik KP Bitung, Politeknik KP Sorong, serta Akademi Komunitas Wakatobi.

Berangkat dari pengamatannya di kampus-kampus tersebut, Menteri Trenggono menyebutkan perlunya peningkatan fasilitas serta merombak sistem pendidikan menjadi satu visi dan misi agar selaras dengan perkembangan industri terkini dan daya saing di tingkat global. 

"Saya ingin ini disatukan, diubah secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pendidikannya, hingga tujuan akhirnya. Karena saya akan lihat ukuran-ukuran suksesnya,” ungkap Menteri Trenggono.

Ia juga mengatakan, nantinya terdapat spesifikasi khusus pada setiap kampus, seperti spesifikasi di bidang penangkapan ikan di suatu kampus, budi daya ikan di kampus berbeda, serta pengolahan ikan di kampus lainnya. Jadi menurutnya, setiap kampus tidak sama-sama mengajarkan bidang-bidang tersebut, tetapi berbeda-beda sesuai dengan spesifikasinya masing-masing.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan dukungannya terhadap dibentuknya OII untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kelautan perikanan. Terlebih saat ini perhatian Presiden RI Prabowo Subianto begitu besar pada sektor kelautan dan perikanan.

Dukungan dan apresiasi juga disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto. Pembentukan OII dinilainya sebagai poros yang akan melahirkan riset dan SDM unggul serta tulang punggung inovasi kelautan dan perikanan. 

“OII dapat menjadi Center of Excellence yang bisa menghasilkan startup-startup baru di sektor kelautan dan perikanan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta dalam laporannya menyampaikan, 11 satuan pendidikan tinggi yang kini bersatu menjadi OII, menerapkan pembelajaran vokasi dengan kurikulum berbasis industri dengan peserta didik 100 persen anak pelaku usaha kelautan dan perikanan. Sejak berdiri hingga saat ini satuan-satuan pendidikan di bawah KKP telah meluluskan sebanyak 27.819 orang dengan serapan lulusan sebagian besar bekerja pada dunia usaha dan industri.

Pada acara peresmian OII, KKP melalui BPPSDM juga menyepakati kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan mitra. Meliputi Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, dan Universitas Nusa Cendana. Kemudian Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pattimura, Sampoerna Unniversity, Universitas Trunojoyo, Onamu Co.Ltd. Korea Selatan, serta Vogo Group and Globit Co. Ltd. Korea Selatan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya