Berita

Kunjungan jajaran Komisaris Danantara Asset Management ke berbagai titik layanan PNM di Mojokerto. (Foto: Dokumentasi Danantara)

Bisnis

Danantara Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Mojokerto

RABU, 22 JULI 2026 | 01:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha ultra mikro terus diperkuat oleh Danantara Indonesia. Hal tersebut tercermin dalam kunjungan jajaran Komisaris Danantara Asset Management ke berbagai titik layanan PNM di Mojokerto, mulai dari Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), tempat usaha nasabah, hingga Ruang Pintar PNM.

Kunjungan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai model bisnis PNM yang tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan bagi perempuan prasejahtera, tetapi juga memastikan proses pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan. 

Melalui PKM, nasabah memperoleh pendampingan rutin, edukasi pengelolaan usaha dan keuangan, serta membangun jejaring sosial yang menjadi fondasi tumbuhnya usaha ultra mikro.


Dampak pemberdayaan PNM telah dirasakan secara luas di Mojokerto. Hingga 30 Juni 2026, PNM telah melayani lebih dari 73 ribu nasabah aktif di Kota dan Kabupaten Mojokerto melalui 25 Unit Mekaar, didukung 352 Account Officer Pendamping yang secara rutin mendampingi nasabah dalam 5.515 kelompok mingguan. 

Sementara di tingkat nasional, lebih dari 23,3 juta masyarakat prasejahtera telah dilayani oleh lebih dari 40 ribu AO melalui 4.655 kantor layanan termasuk 58 cabang dalam 36 Provinsi di Indonesia. 

Sebagian besar nasabah PNM di Mojokerto bergerak pada sektor perdagangan yang menjadi penggerak utama ekonomi lokal, disusul sektor pertanian, jasa, hingga industri rumahan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang disertai pemberdayaan mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong berkembangnya usaha-usaha produktif di tingkat akar rumput. 

Nasabah PNM Mekaar bernama Sulikah, menceritakan perjuangannya membangun usaha bakso yang kini menjadi sumber penghidupan keluarganya. Ia berjualan jajanan anak-anak di rumahnya, tetapi setelah bergabung PNM Mekaar, pendampingan dan pemberdayaan PNM membuat usahanya berkembang menjadi warung bakso yang memiliki banyak varian seperti gorengan dan minuman di jalur pendakian sehingga menambah penghasilan lebih dari yang sebelumnya.

Rombongan juga mengunjungi Ruang Pintar PNM Majada Al-Hidayah sebagai bagian dari komitmen PNM dalam mendukung pendidikan khususnya anak-anak dari keluarga nasabah binaan PNM. Program Ruang Pintar ini diharapkan mampu memberikan dampak tak hanya untuk nasabah, akan tetapi untuk lingkungan sekitar khususnya anak-anak untuk menempuh pendidikan informal.

Kunjungan Komisaris Danantara ke Ruang Pintar menjadi bukti bahwa pemberdayaan PNM tidak berhenti pada akses permodalan, tetapi juga menyentuh masa depan anak-anak nasabah. Di ruang ini, 43 anak dari jenjang PAUD hingga kelas 6 SD belajar bersama setiap Rabu dan Kamis, menumbuhkan harapan melalui pendidikan.

Melalui kolaborasi ini, PNM optimis semakin banyak perempuan pengusaha ultra mikro yang mampu naik kelas, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.

Komisaris Utama Danantara Asset Management, Rabin Indrajad mengapresiasi PNM bukan hanya pembiayaannya. 

“Ada kepedulian yang nyata melalui Ruang Pintar dan perhatian terhadap lingkungan sekitar nasabah, sehingga pemberdayaan benar-benar terasa menyeluruh,” ujar Rabin dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki menegaskan bahwa pemberdayaan merupakan inti dari setiap layanan yang diberikan PNM kepada masyarakat.

"Pemberdayaan bukan sekadar program pendamping, tetapi inti dari setiap langkah yang PNM lakukan. Kami ingin memastikan setiap nasabah merasakan manfaat yang nyata, mulai dari meningkatnya kapasitas usaha, bertambahnya kepercayaan diri, hingga hadirnya harapan baru bagi keluarga mereka. Dukungan Danantara menjadi penguat agar manfaat ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan prasejahtera dan semakin memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan," jelas Sunar.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya