Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dok RMOL)

Politik

Optimisme Prabowo Tak Goyah Meski MBG Dikritik

SELASA, 21 JULI 2026 | 12:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto dinilai ingin menegaskan optimisme pemerintah dalam menjalankan berbagai program prioritas, meski di tengah derasnya kritik, khususnya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengamat politik Adi Prayitno menilai pernyataan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 20 Juli 2026, merupakan pesan bahwa pemerintah tetap yakin berada di jalur yang benar dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

"Prabowo ingin menegaskan bahwa pemberian program Makan Bergizi Gratis adalah sesuatu yang positif dan tentu sangat esensial," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 21 Juli 2026.


Menurut Adi, Prabowo menyadari program MBG tidak lepas dari berbagai kritik. Bahkan, dalam pelaksanaannya sempat muncul persoalan hukum yang menyeret sejumlah pejabat di Badan Gizi Nasional (BGN).

Namun demikian, Adi melihat Presiden justru menggunakan momentum tersebut untuk memberikan respons terhadap kritik, terutama yang datang dari kalangan ekonom yang selama ini memprediksi kondisi ekonomi Indonesia akan memburuk.

"Prabowo memberikan kritik balik kepada para pengkritik, terutama di bidang ekonomi yang katanya selalu ada prediksi-prediksi ekonomi Indonesia akan kolaps," jelasnya.

Di hadapan seluruh menteri Kabinet Merah Putih, lanjut Adi, Prabowo ingin menunjukkan bahwa pemerintah memiliki optimisme sekaligus mencatat berbagai capaian di sektor ekonomi.

"Prabowo memberikan optimisme bahwa Indonesia per hari ini baik-baik saja," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo menegaskan tidak ada bangsa yang mampu bertahan tanpa ketahanan pangan yang kuat. Ia menyebut program MBG merupakan investasi penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.

Prabowo juga menyoroti derasnya kritik terhadap program tersebut, sembari membandingkannya dengan minimnya perhatian terhadap kebocoran kekayaan negara yang menurutnya telah berlangsung selama puluhan tahun. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan adanya ketimpangan dalam cara sebagian pihak memandang persoalan bangsa.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya