Berita

(Foto: Istimewa)

Nusantara

Terduga Pelaku Bullying di PIS Pilih Pindah Sekolah

SENIN, 20 JULI 2026 | 22:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Siswa berinisial EJH yang sebelumnya menjadi pusat perhatian atas kasus dugaan perundungan di Penabur Intercultural School (PIS) Kelapa Gading, memilih pindah sekolah.

Langkah ini diambil setelah ia resmi dikembalikan kepada orang tuanya Albert Hutagalung dan Ribkha Pakpahan untuk kedua kalinya pada Desember 2025.

Setelah sempat melakukan beberapa perlawanan terhadap keputusan sekolah tersebut, tak lama berselang EJH terpaksa harus belajar seorang diri di kelasnya sebagai akibat dari permintaan para orang tua siswa kepada pihak sekolah yang tidak ingin anak mereka sekelas dengan EJH.


"Pindahnya EJH terduga pelaku bullying dari sekolah, menjadi titik terang dan harapan baru bagi civitas sekolah dan para orang tua murid," kata seorang wali murid kepada wartawan, Senin 20 Juli 2026.

Bahkan, dia mengatakan, seorang siswa yang sebelumnya menjadi korban EJH yang sempat pindah ke sekolah lain, kini berencana kembali lagi masuk atau pindah ke PIS setelah mengetahui EJH telah resmi pindah sekolah.

Keluarnya EJH dari sekolah internasional tersebut, dikonfirmasi oleh Kepala Sekolah Mahadewi A. Puspitaningtyas saat Pertemuan Orang Tua Siswa pada hari Sabtu, 18 Juli 2026, yang mengatakan EJH telah resmi keluar dari PIS melalui proses mutasi.

Sebelumnya, polemik ini memicu perhatian luas publik setelah para wali murid melakukan aksi protes damai dengan mengirimkan puluhan karangan bunga ke sekolah dan unjuk rasa damai dari para aktivis peduli anak di depan kantor Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta.

Mereka mendesak pihak sekolah dan pemerintah untuk mengambil tindakan tegas atas dugaan perundungan fisik dan psikis yang dialami belasan korban.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya