Berita

(Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Cerita Rosyidah, Purna Pekerja Migran Indonesia Kini Berhasil Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

Bisnis Berkembang Berkat Pelatihan BRI Peduli
SENIN, 20 JULI 2026 | 15:42 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rosyidah. Namun, ketika masa perantauan itu usai, ia memilih kembali ke tempat asalnya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Sekembalinya ke Indonesia, Rosyidah melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hasil laut tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi sebagian besar belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Di balik kondisi tersebut, ia melihat sebuah peluang yang layak diperjuangkan.

Berbekal keberanian, Rosyidah mulai merintis usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Usaha ini juga menjadi cara baginya untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan.


"Saya melihat sumber daya alam di sekitar sangat melimpah, tetapi belum memiliki nilai jual. Dari situ saya memberanikan diri mengolahnya menjadi produk sekaligus membuka peluang kerja untuk ibu-ibu nelayan di sekitar," ujar Rosyida dalam keterangan tertulis, Senin 20 Juli 2026.

Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang dihadapi Rosyidah justru datang dari proses membangun kepercayaan diri sebagai seorang pelaku usaha.

Ia harus belajar mengubah pola pikir, bangkit dari berbagai keraguan, hingga memahami cara memasarkan produknya agar semakin dikenal masyarakat.

Keinginan untuk terus berkembang membawanya mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI. Program tersebut menjadi ruang belajar baru bagi Rosyidah untuk memperkuat kemampuan berwirausaha sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha.

Bagi Rosyidah, pelatihan tersebut telah membuka kesempatan untuk bertemu dan bertukar pengalaman dengan sesama pelaku usaha. Dari sana, ia memperoleh perspektif baru yang membantunya melihat usahanya dengan cara yang berbeda.

Ilmu yang diperoleh selama pelatihan kemudian ia terapkan secara bertahap dalam usahanya. Salah satunya melalui pengembangan olahan ikan menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah sehingga mampu memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen. 

Selain memperoleh pendampingan melalui pelatihan, Rosyidah juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. 

Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, menambah stok produk, serta memenuhi kebutuhan operasional sehingga ia dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan lebih optimal.

"Alhamdulillah, dana KUR yang saya terima benar-benar saya gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari membeli bahan baku hingga menambah stok produk," ungkapnya.

Perubahan tersebut turut berdampak pada perkembangan usahanya. Jika sebelumnya penjualan C’milzea rata-rata hanya mencapai sekitar 50 kemasan, kini meningkat menjadi sekitar 70 hingga 100 kemasan. Selain itu, produk yang awalnya terbatas kini berkembang menjadi tiga variasi produk. 

Terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa BRI Peduli selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyelenggarakan program pemberdayaan bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Program ini, katanya, dirancang untuk membekali para purna pekerja dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan guna membangun penguatan ekonomi, baik melalui pengembangan usaha maupun peningkatan peluang kerja di dalam negeri.

Melalui program ini, peserta didorong untuk memulai maupun mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi dan peluang di daerah masing-masing. Selain itu, peserta juga akan memperoleh pendampingan bisnis secara intensif guna mendukung pertumbuhan usaha yang lebih optimal, berdaya saing dan berkelanjutan.

“Kisah Rosyidah menjadi bukti bahwa pelatihan yang diberikan BRI Peduli memberikan manfaat nyata bagi purna pekerja membangun dan mengembangakan usaha,” kata  Dhanny.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya