Berita

Pengamat Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Faruq Arjuna Hendroy. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Gejolak Iran-AS Perpanjang Krisis Energi Global, Indonesia harus Belajar dari India

MINGGU, 19 JULI 2026 | 21:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dinilai tidak hanya memperbesar risiko eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat di kawasan, tetapi juga berpotensi memperpanjang krisis energi global. 

Dalam hal ini, turut mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.

Begitu disampaikan Pengamat Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Faruq Arjuna Hendroy, saat berbincang dengan RMOL, Minggu, 19 Juli 2026.


Faruq mengatakan, gejolak di kawasan Teluk akan terus memberikan tekanan terhadap pasar energi selama konflik Iran dan Amerika Serikat belum menemukan penyelesaian yang permanen.

“Efeknya tentu bisa tambah panjang pada krisis energi dunia. Itu sudah konsekuensi logis. Mahalnya harga bahan bakar sekarang ya dipicu oleh konflik ini. Sehingga kalau konflik ini nggak selesai ya krisis energi tidak akan mereda,” kata Faruq.

Menurut Faruq, situasi tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengoptimalkan politik luar negeri bebas aktif dengan menjalin hubungan yang seimbang dengan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik maupun negara-negara mitra lainnya.

"Saya rasa di sinilah Indonesia harus menunjukkan politik bebas aktifnya dan menggunakannya secara efektif dan efisien. Indonesia harus bisa membangun hubungan baik dengan berbagai Kubu, entah itu kubu Iran ataupun kubu Amerika. Atau juga kubu lain di luar dua entitas tersebut, utamanya dalam upaya diversifikasi sumber energi,” ujarnya.

Master Candidate of Peace and Conflict Studies The University of Queensland ini menilai peluang berakhirnya konflik dalam waktu dekat masih kecil karena akar permusuhan antara Teheran dan Washington belum terselesaikan. Kondisi tersebut membuat eskalasi sewaktu-waktu dapat kembali terjadi.

“Saya tidak bisa bilang konflik ini akan segera selesai, karena faktor pemicu yang dapat mengakibatkan letupan-letupan itu bisa muncul tiba-tiba. Utamanya ketika dua negara ini tidak menyelesaikan permusuhan sistemik mereka,” jelasnya.

Faruq juga membandingkan langkah diplomasi Indonesia dengan India yang dinilainya lebih luwes dalam menjaga hubungan dengan berbagai negara yang saling berseberangan. 

Oleh karenanya, ia menilai perlu agar Indonesia meniru cara India dalam berdiplomasi menyikapi konflik Iran versus AS ini.

“Dalam hal ini saya lihat kita malah kalah dari India, yang begitu aktif menjalin hubungan baik dengan semua pihak. Saking uniknya India ini bisa mesra sekali dengan Israel, tapi di sisi lain dia bisa juga mengamankan kepercayaan dari Iran,” pungkasnya.

Sebelumnya, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz. 

Iran juga memperingatkan seluruh kapal agar tidak melintasi jalur pelayaran strategis tersebut tanpa persetujuan otoritas Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi pintu utama ekspor minyak dari negara-negara kawasan Teluk. 

"Korps Pengawal Revolusi Iran telah mengumumkan penutupan Selat Hormuz, sekaligus memperingatkan kapal-kapal agar tidak mencoba melintasinya melalui rute apa pun yang tidak disetujui oleh pihak berwenang Iran," mengutip Al Jazeera, Minggu, 1 Juli 2026.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya