Berita

Ketua PBNU Savic Ali. (Foto: Tim Dokumengtasi PBNU)

Politik

Gagasan Beda dengan PBNU Jangan Dikecilkan Apalagi Diberangus

MINGGU, 19 JULI 2026 | 15:06 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali mengingatkan pentingnya menjaga tradisi Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang terbuka terhadap perbedaan pendapat. Menurutnya, setiap gagasan harus diberi ruang, termasuk yang berbeda dengan pandangan pengurus.

Hal itu disampaikan Savic Ali dalam Halaqah Pra Muktamar NU ke-35 bertajuk Masa Depan Nahdlatul Ulama: Kepemimpinan Abad Kedua di Pondok Pesantren Luhur Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Juli 2026.

Savic menilai keberagaman pemikiran merupakan kekuatan utama NU yang membuat organisasi tersebut mampu bertahan selama hampir satu abad.


"Saya kira semua gagasan harus diakomodasi. Itu bagian yang membuat NU bertahan sampai hari ini karena semua gagasan didengarkan, diakomodasi, dipahami perspektifnya dan sudut pandangnya," ujarnya.

Ia menegaskan, perbedaan pandangan tidak boleh dijadikan alasan untuk menyingkirkan suatu kelompok atau membatasi ruang diskusi.

"Bukan kemudian gagasan yang mungkin tidak cocok sama PBNU kemudian dilokalisir, dikecilkan, apalagi diberangus. Saya kira itu bukan tradisi kita," tegas Savic.

Dalam kesempatan itu, Savic juga mengapresiasi inisiatif kalangan muda nahdliyin yang menggelar Halaqah Pra Muktamar. Menurutnya, banyak warga NU, terutama generasi muda, memiliki perhatian besar terhadap masa depan organisasi, tetapi belum memiliki ruang yang cukup untuk menyalurkan gagasannya.

Ia mengatakan forum-forum di luar struktur organisasi perlu terus didorong agar berbagai pemikiran strategis dari kalangan nahdliyin dapat dikonsolidasikan dan disampaikan kepada pengurus.

"Banyak sekali orang yang selalu mikir NU tetapi karena bukan pengurus, gagasannya mungkin tidak sampai menjadi program organisasi. Karena itu forum seperti ini penting untuk mengonsolidasikan gagasan," ujarnya.

Savic berharap hasil pembahasan Halaqah Pra Muktamar dapat diteruskan kepada tim materi Muktamar NU ke-35 sebagai bahan penyusunan agenda dan rekomendasi organisasi untuk lima tahun ke depan.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

SWSI Soroti Kasus Febrie dan Ucapan Hotman, Tekankan Integritas Hukum serta Kebebasan Pers

Senin, 20 Juli 2026 | 08:13

Erdogan Ucapkan Selamat kepada Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:57

Pos Indonesia Gagal Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,12 Miliar

Senin, 20 Juli 2026 | 07:45

Basis Pajak Lemah, Pemerintah Disarankan Turunkan Target dan Incar Sektor SPPG

Senin, 20 Juli 2026 | 07:26

Raja Felipe dan Keluarga Kerajaan Rayakan Kemenangan Timnas Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 | 07:03

Kawal Distribusi BBM

Senin, 20 Juli 2026 | 06:49

Menyambut Keruntuhan UUD 2002

Senin, 20 Juli 2026 | 06:20

Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Kembali Normal di Sumut

Senin, 20 Juli 2026 | 05:59

Gerakan Minum Susu jadi Perjuangan Bersama Sukseskan MBG

Senin, 20 Juli 2026 | 05:43

Membaca Kembali Doktrin AH Nasution

Senin, 20 Juli 2026 | 05:29

Selengkapnya