Berita

Ilustrasi (Artifficial Inteligence)

Politik

Meritokrasi BUMN Terancam Jika Pengalaman Pekerja Senior Dikesampingkan

SABTU, 18 JULI 2026 | 12:30 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Transformasi BUMN menuju tata kelola yang profesional dinilai tidak boleh mengorbankan prinsip meritokrasi. 

Kebijakan yang membatasi pekerja menjelang masa pensiun mengikuti seleksi jabatan dikhawatirkan justru menghilangkan pengalaman dan kompetensi yang dibutuhkan untuk memperkuat kinerja perusahaan.

Menurut Ketua Harian Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu), Djusman H. Umar, pembatasan bagi pekerja yang hanya memiliki sisa masa kerja dua tahun untuk mengikuti job bidding merupakan langkah kontradiktif dengan sistem promosi berbasis kompetensi.


"Di titik inilah kematangan eksekutif, kedalaman visi, dan pemahaman komprehensif terhadap lanskap bisnis perusahaan berada di level tertinggi. Pengalaman puluhan tahun merupakan aset tak berwujud yang sangat mahal harganya," tulis Djusman dalam keterangan yang diterima RMOL, Sabtu, 18 Juli 2026. 

Menurutnya, pekerja senior justru berada pada fase paling matang untuk memimpin dan memastikan keberlanjutan organisasi. Karena itu, membatasi kesempatan mereka mengikuti seleksi jabatan hanya berdasarkan sisa masa kerja dinilai berpotensi melahirkan diskriminasi berbasis usia.

Djusman mengingatkan, ukuran kelayakan seorang pemimpin semestinya didasarkan pada kualitas dan dampak yang mampu dihasilkan, bukan lamanya masa jabatan yang tersisa.

"Menolak mereka dalam kompetisi terbuka adalah bentuk pemborosan investasi sumber daya manusia, karena perusahaan membuang hasil investasi atas pelatihan yang telah diberikan selama puluhan tahun," tegasnya.

Ia juga menilai kebijakan tersebut berisiko merusak iklim organisasi. Pekerja senior kehilangan ruang aktualisasi, sementara generasi muda dapat menangkap pesan bahwa loyalitas dan pengalaman tidak lagi menjadi nilai yang dihargai dalam sistem karier BUMN.

Sebagai solusi, Djusman mendorong perusahaan memperkuat succession planning ketimbang menutup akses pekerja senior mengikuti job bidding.

Apabila pekerja senior terpilih menduduki jabatan strategis, kata dia, perusahaan dapat menetapkan target khusus berupa kewajiban menyiapkan kader penerus melalui program pendampingan dan transfer pengetahuan.

"Dengan cara ini perusahaan tetap memperoleh manfaat dari pengalaman pemimpin senior, sekaligus memastikan regenerasi berjalan melalui proses knowledge transfer yang terstruktur," ujarnya.

Ia berharap transformasi BUMN tetap berpijak pada prinsip meritokrasi tanpa mengesampingkan pengalaman hanya karena faktor usia atau sisa masa kerja.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya