Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Tangkapan layar Zoom)

Bisnis

Indonesia Gabung WAICO Demi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

SABTU, 18 JULI 2026 | 00:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah manfaat yang akan diperoleh Indonesia setelah resmi bergabung sebagai anggota pendiri (founder) World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).

Menurut Airlangga, keikutsertaan Indonesia dalam organisasi internasional tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia berperan aktif dalam penyusunan tata kelola kecerdasan buatan (AI) di tingkat global.

"Pertama, Indonesia bergabung dalam WAICO ini juga arahan Bapak Presiden agar Indonesia berperan aktif di dalam pengelolaan tata kelola AI," ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 17 Juli 2026.


Menurut dia, Indonesia menginginkan tata kelola AI yang terbuka dan inklusif, sehingga perkembangan teknologi tersebut tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi dapat dimanfaatkan secara merata.

"Indonesia sangat peduli terhadap perkembangan AI yang sifatnya inklusif, aman, beretika, dan tidak dimonopoli oleh sebuah kekuatan tertentu. Ini agar bermanfaat di dalam negeri," kata Airlangga.

Ekonom senior itu menjelaskan, WAICO dibentuk dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sehingga pengembangan tata kelola AI diharapkan dapat berjalan selaras secara global.

"WAICO ini dibentuk dalam framework United Nations. Oleh karena itu, dalam kerangka UN, Sekretaris Jenderal PBB (Anthony Guterres) hadir. Tentu bagi Indonesia ini akan bermanfaat agar pengembangan AI itu sejalan secara global," jelasnya.

Selain itu, Airlangga menilai keanggotaan Indonesia di WAICO akan mempercepat pengembangan ekonomi digital nasional. Ia menyebut AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai ekonomi Indonesia.

"AI mempunyai potensi untuk menyumbang pendapatan bagi Indonesia. Business as usual di tahun 2030 sekitar 400 miliar Dolar AS. Tetapi dengan diimplementasikannya digital economy framework, nilainya bisa meningkat menjadi 2 triliun Dolar AS," ungkapnya.

Sebagai contoh implementasi ekonomi digital, Airlangga menyinggung sistem pembayaran lintas negara melalui QRIS yang kini telah digunakan di sejumlah negara ASEAN, bahkan mulai dapat digunakan di Korea Selatan dan Jepang.

Lebih lanjut, Airlangga menilai status Indonesia sebagai anggota pendiri WAICO memberikan keuntungan strategis karena membuka akses lebih awal terhadap berbagai pembahasan mengenai arah pengembangan AI di tingkat internasional.

"Dengan menjadi founder organisasi ini, kita mempunyai akses pertama terhadap seluruh pembicaraan mengenai perkembangan AI itu sendiri," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya