Berita

Suasana RDP Komisi IX DPR dengan BGN. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

BGN Ungkap Tunggakan Rp1,6 Triliun Era Dadan, Ini Rinciannya

JUMAT, 17 JULI 2026 | 21:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya tunggakan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp1,6 triliun yang berasal dari pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2025, saat BGN masih dipimpin Dadan Hindayana.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan. Namun, pembayaran belum dapat dilakukan dan akan diselesaikan melalui mekanisme tunggakan pada DIPA Tahun Anggaran 2026.

“Tunggakan tahun 2025. Ada Rp1,6 triliun yang sudah selesai dilaksanakan, maksudnya kegiatan yang sudah selesai dilaksanakan, namun belum dibayarkan. Akan dibayarkan dengan mekanisme tunggakan melalui DIPA tahun 2026," ungkap Agustina dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.


Menurut Agustina, pembayaran belum bisa dilakukan karena masih harus melalui proses reviu oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Inspektorat, hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Tapi ada beberapa ketentuan yang disyaratkan agar di-review terlebih dahulu. Ada nilai tertentu yang harus di-review oleh KPA, ada nilai tertentu yang harus di-review oleh inspektorat, ada nilai tertentu yang harus direview oleh BPKP. Ini yang masih dalam proses," jelasnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak ketiga yang hingga kini belum menerima pembayaran.

“Itu yang menyebabkan kami mungkin minta maaf kepada seluruh pihak ketiga yang mungkin ada tagihan kepada BGN belum bisa semuanya kami laksanakan, kami bayarkan karena masih ada proses," kata Agustina.

Dalam rapat itu terungkap, dari total tunggakan Rp1,6 triliun, baru sekitar Rp870,5 miliar yang telah terverifikasi sebagai utang BGN. Sementara sekitar Rp743,3 miliar lainnya masih dalam proses verifikasi.

Adapun rincian tunggakan tersebut meliputi belanja bahan Rp16,1 miliar, sertifikasi SPPG Rp111,6 miliar, jasa konsultan Rp200 juta, sewa kendaraan insidentil Rp121,9 juta, honor narasumber Rp812,9 juta.

Kemudian, jasa lainnya seperti event organizer (EO) dan publikasi Rp330 miliar, utang kepada Universitas Pertahanan (Unhan) Rp7,3 miliar, perjalanan dinas Rp684,3 juta, bantuan pemerintah MBG Rp100,6 miliar, serta belanja modal atau aset sebesar Rp1,04 triliun.

"Nah ini mohon maaf kami mungkin masih banyak hutang ke tempat lain, jasa lainnya, ada EO, publikasi dan sebagainya Rp330 M (Miliar)," ujarnya.

Meski demikian, Agustina memastikan seluruh tunggakan tersebut akan diselesaikan pada tahun ini.

"Totalnya Rp1,609 (triliun). Tapi InsyaAllah kami akan lunasi, kami akan selesaikan di tahun 2026 ini," pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya