Berita

Ilustrasi Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026 (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026, Alasan Tidak Lolos Verifikasi

JUMAT, 17 JULI 2026 | 20:22 WIB | OLEH: TIFANI

Calon peserta Program Pemagangan Nasional Kemnaker 2026 kini sudah bisa mengecek status eligible sebelum mendaftar lowongan magang. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka layanan pengecekan status melalui platform MagangHub mulai 15 Juli 2026.

Mengutip informasi dari akun Instagram @kemnaker, pengecekan status ini menjadi tahapan penting untuk memastikan apakah calon peserta memenuhi persyaratan administrasi. Peserta yang dinyatakan eligible dapat langsung melamar lowongan magang yang tersedia, sedangkan peserta yang berstatus tidak eligible belum bisa mengikuti proses pendaftaran.

Status eligible sendiri ditentukan berdasarkan kesesuaian data peserta dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), serta melalui proses verifikasi data dari instansi terkait.


Apa Itu Status Eligible Magang Kemnaker?

Status eligible merupakan hasil verifikasi data calon peserta berdasarkan kecocokan informasi yang tersimpan di berbagai basis data pemerintah, terutama PDDikti. Jika data dinyatakan sesuai, peserta dapat langsung mengakses dan mendaftar lowongan magang melalui MagangHub. 

Sebaliknya, apabila status menunjukkan tidak eligible, peserta belum dapat melanjutkan proses pendaftaran pada Program Pemagangan Nasional Kemnaker 2026.

Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026

Pengecekan status dilakukan secara online melalui situs MagangHub. Berikut langkah-langkahnya:

Buka situs MagangHub Kemnaker di https://maganghub.kemnaker.go.id/.
Klik tombol "Masuk" di pojok kanan atas.
Login menggunakan akun SIAPKerja.
Jika belum memiliki akun, lakukan registrasi terlebih dahulu.
Ikuti seluruh proses pembuatan akun hingga selesai.
Setelah berhasil masuk, periksa status akun.
Jika muncul status eligible, peserta dapat langsung mendaftar lowongan magang yang tersedia.
Jika status tidak eligible, sistem akan menampilkan alasan mengapa peserta belum memenuhi persyaratan.

Alasan Tidak Eligible Daftar Magang Kemnaker 2026

Selain diverifikasi melalui PDDikti, data peserta juga diperiksa melalui Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Berikut tujuh penyebab peserta dinyatakan tidak eligible:

1. NIK Tidak Valid atau Tidak Aktif

Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang digunakan tidak terdaftar atau sudah tidak aktif dalam data Kemendagri sehingga gagal diverifikasi.

2. Data Identitas Tidak Sesuai

Data identitas peserta berbeda antara PDDikti, Dukcapil, data ASN di BKN, maupun akun SIAPKerja Kemnaker. Ketidaksesuaian ini menyebabkan sistem tidak dapat melakukan validasi.

3. Data Kelulusan Belum Masuk PDDikti

Perguruan tinggi belum memperbarui atau mengunggah data kelulusan mahasiswa pada periode pengambilan data terakhir sehingga lulusan belum tercatat di sistem.

4. Terjadi Duplikasi Data PDDikti

Satu NIK tercatat dengan lebih dari satu identitas atau terhubung dengan lebih dari satu perguruan tinggi. Kondisi ini membuat proses verifikasi tidak dapat diselesaikan.

5. Terdaftar sebagai ASN

Peserta yang telah terdaftar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan data BKN tidak memenuhi persyaratan mengikuti Program Pemagangan Nasional.

6. Tidak Masuk Rentang Lulusan yang Ditentukan

Calon peserta tidak termasuk dalam kategori atau rentang tahun kelulusan yang ditetapkan pada Program Pemagangan Nasional 2026.

7. Pernah Menjadi Peserta Program Pemagangan Nasional 2025

NIK peserta tercatat pernah mengikuti Program Pemagangan Nasional Tahun 2025 sehingga tidak memenuhi ketentuan untuk mengikuti program tahun ini.

Kemnaker mengimbau seluruh calon peserta memastikan data identitas dan pendidikan telah sesuai sebelum mengikuti Program Pemagangan Nasional 2026 Batch 1. Perlu diketahui, pengambilan data terakhir dilakukan pada 15 Juli 2026, sehingga peserta yang dinyatakan tidak eligible akibat ketidaksesuaian data tidak dapat melakukan perubahan pada sistem untuk periode pendaftaran ini.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya