Berita

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Muktarudin (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Menteri P2MI: Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi untuk WNI di Iran

JUMAT, 17 JULI 2026 | 13:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di Iran dan kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya eskalasi keamanan.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Muktarudin mengatakan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memastikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI), termasuk pekerja migran.

“Kita lagi sedang koordinasi, ya. Koordinasi dengan pihak KBRI, kemudian dengan Kemenlu, karena ini melibatkan otoritas negara lain, ya. Jadi semuanya harus sesuai prosedural, sesuai dengan apa namanya hubungan diplomatik kita dengan negara Iran,” kata Muktarudin kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.


Ia menjelaskan, KBRI di kawasan Timur Tengah, termasuk di Abu Dhabi, telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada WNI agar mengantisipasi segala kemungkinan di tengah meningkatnya tensi kawasan.

“Sudah diberikan semacam apa, pengumuman, ya, dari KBRI-nya agar melakukan kewaspadaan dan menjaga segala kemungkinan,” ujar Politikus Golkar ini.

Muktarudin menegaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi apabila situasi memburuk, termasuk skenario evakuasi dan penanganan terhadap WNI maupun pekerja migran Indonesia di kawasan Timur Tengah.

“Prinsipnya pemerintah sudah koordinasi dengan menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika terjadi sesuatu yang luar biasa, yang harus melakukan evakuasi yang besar ataupun penanganan yang besar terhadap warga negara Indonesia yang ada di sana, yang termasuk juga pekerja migran yang ada di kawasan Timur Tengah secara umum,” pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya