Berita

Ilustrasi (Gemini AI)

Bisnis

Kemenkeu: ORI030 Cocok Jadi Pilihan Investasi bagi Investor Pemula

JUMAT, 17 JULI 2026 | 12:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 menjadi salah satu instrumen investasi yang sesuai bagi investor pemula, terutama di tengah kondisi pasar keuangan yang masih berfluktuasi.

Analis Keuangan Negara Ahli Madya Bidang Pembiayaan dan Risiko Keuangan Kemenkeu, Chandra A.S. Wibowo, mengatakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel tidak hanya bertujuan membiayai kebutuhan negara, tetapi juga memperluas basis investor domestik melalui pendalaman pasar keuangan.

"Salah satu tujuan pemerintah dalam menerbitkan SBN ritel ini adalah dalam rangka pendalaman pasar keuangan juga. ORI030 ini sangat cocok buat orang yang baru masuk investasi," kata Chandra di Jakarta, dikutip Jumat 17 Juli 2026. 
Menurutnya, ORI030 lebih ramah bagi investor baru karena menawarkan imbal hasil tetap (fixed rate), dijamin oleh negara, serta tidak mengharuskan investor memantau pergerakan pasar setiap hari sebagaimana investasi saham.

Menurutnya, ORI030 lebih ramah bagi investor baru karena menawarkan imbal hasil tetap (fixed rate), dijamin oleh negara, serta tidak mengharuskan investor memantau pergerakan pasar setiap hari sebagaimana investasi saham.

"Kalau mau langsung ke saham, berarti harus punya pengetahuan, juga harus mantengin terus kondisi market-nya," ujarnya.

Chandra menambahkan, investor yang baru memasuki pasar saham berpotensi menghadapi risiko kerugian lebih besar apabila belum memiliki pemahaman yang memadai dan waktu untuk mengikuti dinamika pasar.

Ia juga mengingatkan bahwa hingga saat ini pasar saham masih dibayangi aksi jual bersih (net sell) investor. Kondisi tersebut membuat ORI030 dinilai menjadi alternatif yang lebih sesuai bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi dengan tingkat risiko yang relatif lebih terukur.

"Artinya untuk investor pemula, ORI030 ini sangat cocok," tegas Chandra.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya