Berita

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel/TheFA

Sepak Bola

Thomas Tuchel Kritik Laga Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia

JUMAT, 17 JULI 2026 | 11:29 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Mimpi Inggris untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026 harus berakhir dengan pahit setelah kekalahan 2-1 dari Argentina di babak semifinal.

Kini, di tengah rasa kecewa yang mendalam, manajer Thomas Tuchel meluapkan kritik tajamnya terkait agenda laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis.

Baginya, pertandingan ini merupakan kewajiban yang tidak diinginkan oleh siapa pun.


Tuchel secara blak-blakan mengungkapkan bahwa baik pemain Inggris maupun Prancis sama sekali tidak memiliki keinginan untuk tampil dalam laga tersebut.

"Mereka ingin bermain di final. Kami memberikan segalanya untuk mencapai itu," ujar Tuchel, menegaskan bahwa fokus utama para pemain adalah menjuarai turnamen, bukan sekadar melakoni laga pelipur lara.

Meskipun merasa frustrasi dengan jadwal yang padat dan minimnya waktu pemulihan, Tuchel menjamin skuadnya akan tetap menunjukkan profesionalisme tinggi.

Di balik kekecewaan atas tersingkirnya Inggris, Tuchel tetap teguh membela pencapaian timnya. Meski dahaga gelar juara sejak 1966 belum terhapuskan, ia menilai keberhasilan menembus semifinal adalah prestasi yang layak diapresiasi di tengah persaingan ketat.

Ia menyoroti bahwa banyak negara sepak bola besar lainnya justru gugur jauh sebelum mencapai babak empat besar.

Terkait kritik tajam atas keputusan taktisnya yang beralih ke formasi lima bek saat melawan Argentina, Tuchel menyatakan tidak memiliki penyesalan karena timnya telah bermain maksimal.  

Menatap masa depan, Tuchel menegaskan komitmennya untuk tetap memimpin The Three Lions hingga Euro 2028. Laga melawan Prancis pun kini dipandang sebagai langkah awal bagi skuadnya untuk bangkit.

Meski berat, kemenangan dalam duel ini menjadi target utama demi memberikan sedikit penghiburan bagi Inggris sekaligus membuktikan semangat kompetitif tim sebelum pulang ke rumah.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya