Berita

Logo Partai Nasdem. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

JUMAT, 17 JULI 2026 | 10:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Usulan Partai NasDem menaikkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dari 4 persen menjadi 7 persen dalam revisi Undang-Undang Pemilu menuai beragam tafsir politik. 

Salah satunya datang dari Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, yang menilai publik dapat memaknai usulan tersebut sebagai upaya menghambat langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuju DPR pada Pemilu 2029.

Menurut Adi, muncul persepsi bahwa kenaikan ambang batas itu bukan semata didasarkan pada pertimbangan penguatan sistem kepartaian, melainkan juga dipengaruhi dinamika persaingan politik antara NasDem dan PSI.


"Ada fakta politik yang kemudian ditafsirkan oleh publik, jangan-jangan usulan Fraksi Partai NasDem menaikkan ambang batas parlemen dari 4 persen menjadi 7 persen tujuannya cuma satu, yakni mencekal PSI supaya tidak lolos ke parlemen pada 2029," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Jumat, 17 Juli 2026.

Ia menjelaskan, persepsi tersebut muncul karena saat ini terdapat irisan politik yang cukup kuat antara NasDem dan PSI. Sejumlah tokoh yang sebelumnya menjadi bagian penting dari NasDem kini bergabung dengan PSI.

Adi mencontohkan Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang sebelumnya merupakan salah satu petinggi NasDem. Selain itu, terdapat nama Bestari Barus dan sejumlah mantan kader NasDem lainnya yang kini berkiprah di PSI.

"Kalau kita mau jujur, per hari ini NasDem secara politik memang beririsan tebal dengan PSI karena ada sejumlah petinggi yang dulunya menjadi orang penting di NasDem saat ini berada di PSI," ujarnya.

Menurut Adi, kondisi tersebut berpotensi membuat kedua partai bersaing memperebutkan basis pemilih yang sama pada Pemilu 2029.

"Dalam banyak hal, PSI ke depan tentu menghadapi persaingan yang irisan tebalnya bukan hanya dengan PDIP, tetapi juga dengan Partai NasDem," lanjutnya.

Karena itu, Adi menilai publik dapat mengaitkan usulan kenaikan parliamentary threshold sebagai langkah politik NasDem untuk memperberat peluang PSI menembus parlemen.

"Sepertinya NasDem tidak mau tinggal diam ketika satu per satu elite yang dulu pernah bersama NasDem pindah ke PSI. Caranya, dalam tanda kutip, membalas secara politik dengan mengusulkan ambang batas parlemen dinaikkan. Tentu ini akan menjadi tembok tebal bagi PSI untuk lolos ke parlemen untuk pertama kalinya," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan usulan kenaikan parliamentary threshold menjadi 7 persen merupakan sikap resmi partainya dan akan menjadi salah satu materi pembahasan dalam revisi UU Pemilu yang telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas). 

Menurutnya, kenaikan ambang batas diperlukan agar partai yang lolos ke DPR memiliki jumlah kursi yang lebih memadai sehingga setiap komisi dapat diisi sedikitnya tiga anggota dari masing-masing fraksi, yang dinilai akan membuat kerja alat kelengkapan dewan lebih efektif.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya