Berita

Korea Import Expo 2026 di Seoul, Korea Selatan. (Foto: Dok. BNI)

Bisnis

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

JUMAT, 17 JULI 2026 | 00:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membawa tiga usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti Korea Import Expo 2026 di Seoul, Korea Selatan. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas akses pasar global bagi pelaku usaha Indonesia melalui program BNI Xpora.

Pameran yang diselenggarakan Korea Importers Association atau KOIMA itu berlangsung di COEX Hall B, Seoul, pada 23-25 Juni 2026. Ajang tersebut diikuti sekitar 200 perusahaan dari lebih dari 30 negara dengan target kunjungan lebih dari 10.000 pembeli dan pelaku perdagangan.

Tiga UKM yang dibawa BNI adalah PT Alko Sumatra Kopi, PT AK Goldenesia, dan PT Awan Crackers Food Indonesia. Ketiganya menampilkan produk unggulan dalam Paviliun Indonesia sekaligus mengikuti pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan asal Korea Selatan.


Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan, keikutsertaan tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam mendampingi pelaku usaha nasional memasuki pasar internasional. Dukungan BNI tidak hanya diberikan melalui akses pasar, tetapi juga mencakup pembiayaan, layanan transaksi, pendampingan bisnis, dan jaringan internasional.

"BNI Xpora hadir sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin berkembang ke pasar internasional. Kami tidak hanya membantu mempertemukan eksportir dengan buyer global, tetapi juga menyediakan dukungan pembiayaan, solusi transaksi internasional, advisory bisnis, serta akses jaringan yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka," ujar Iqbal dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat 17 Juli 2026.

Dalam pameran tersebut, para peserta mengikuti sesi business matching dengan sejumlah perusahaan Korea Selatan, antara lain Sajo Foodist, Neple Co., Nokchawon, Hermos Co., Ltd., GS Global, dan Hurum Co., Ltd.

Pertemuan bisnis tersebut diarahkan untuk membuka peluang transaksi ekspor baru, menjajaki kerja sama distribusi, serta memperluas penetrasi produk Indonesia di pasar Korea Selatan.

Keikutsertaan UKM Indonesia dalam Korea Import Expo 2026 terlaksana melalui sinergi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Seoul, BNI Kantor Cabang Luar Negeri Seoul, dan BNI Xpora.

Menurut Iqbal, akses pasar masih menjadi salah satu tantangan utama bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin berekspansi ke luar negeri. Hambatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencarian pembeli, tetapi juga kesiapan produk, jaringan distribusi, pembiayaan, serta pemahaman mengenai transaksi perdagangan internasional.

Karena itu, BNI Xpora terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, perwakilan Indonesia di luar negeri, asosiasi bisnis, dan mitra internasional untuk mempertemukan eksportir nasional dengan calon pembeli di berbagai negara.

Dukungan tersebut juga diperkuat melalui jaringan internasional BNI, termasuk BNI Kantor Cabang Luar Negeri Seoul. Melalui jaringan tersebut, eksportir dapat memperoleh akses layanan transaksi perdagangan internasional dan pengelolaan transaksi secara digital melalui BNIdirect.

"BNI Xpora dirancang untuk membantu pelaku usaha Indonesia naik kelas melalui tiga pilar utama, yakni Go Productive, Go Digital, dan Go Global. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan, pendampingan, business matching, hingga akses ke pasar internasional," kata Iqbal.

Dia menambahkan, partisipasi BNI dalam pameran internasional juga menjadi implementasi semangat Swadharma Bhakti Nagara yang telah mewarnai perjalanan delapan dekade perseroan. Semangat tersebut diwujudkan dengan memperkuat peran BNI sebagai mitra pertumbuhan dunia usaha dan pendukung ekspansi produk nasional.

Melalui keikutsertaan dalam Korea Import Expo 2026, BNI berharap semakin banyak pelaku usaha Indonesia memperoleh peluang untuk membangun jaringan, meningkatkan transaksi ekspor, dan memperluas distribusi produk di pasar global. Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat daya saing UKM serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekspor dan perekonomian nasional.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya