Berita

Wamenlu Anis Matta (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Anis Matta Dorong Media Tingkatkan Literasi Publik Lewat Pendalaman Informasi

KAMIS, 16 JULI 2026 | 18:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta mendorong insan media untuk mengambil peran strategis dalam meningkatkan literasi publik melalui penyajian informasi yang lebih mendalam. 

Hal itu disampaikan Anis Matta dalam Diplomat Talk bertajuk "A to Z Geopolitik Timur Tengah"yang digelar Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) di Gedung Konstitusi, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026. 

Menurutnya, tantangan di era arus informasi yang begitu cepat bukan hanya soal banyaknya berita yang beredar, tetapi kemampuan masyarakat memahami makna dan narasi di balik sebuah informasi.


Untuk itu, media memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami berbagai persoalan global secara lebih komprehensif. 

"Kita harus membantu publik kita untuk bertransformasi dari pendangkalan menuju pendalaman. Saya ulangi kembali. Kita harus membantu publik kita mengedukasi publik kita untuk bertransformasi dari pendangkalan kepada pendalaman," tegas Anis.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa informasi yang diterima melalui media tidak selalu berdiri sendiri, melainkan dapat menjadi bagian dari pembentukan sebuah narasi tertentu. 

Karena itu, yang harus dipahami bukan hanya isi berita, tetapi juga desain pemikiran yang melatarbelakanginya.

"Media adalah satu instrumen dalam desain politik. Dan karena itu yaang perlu kita pahami pada dasarnya bukan beritanya. Bukan sekedar analisis. Tapi justru adalah desain. Ini satu hal yang akan membantu kita memahami masalah," ujar Anis.

Wamenlu mengingatkan adanya fenomena perang narasi (narrative war) yang dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat. 

Karena itu, ia mendorong media untuk tidak hanya menjadi penerima narasi, tetapi turut membangun gagasan dan narasi baru yang membantu publik memahami berbagai persoalan secara lebih utuh. 

"Yang penting dalam, perdebatan publik itu, sudah saya lihat, adalah transformasi ini tadi. Yaitu transformasi dari, pendangkalan kepada, pendalaman. Dan itu yang sebenarnya, yang membuatkan, kita akan menjadi sehat sebagai masyarakat," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya